Jakarta (ANTARA) - Tahun 2025 menjadi masa penting dalam perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus penanda awal implementasi delapan misi besar Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional.
Pada tahun pertama kepemimpinan Prabowo, pemerintah menegaskan komitmen untuk menghadirkan negara secara lebih kuat dalam menjamin kesejahteraan rakyat, memperkuat fondasi ekonomi nasional, serta menegakkan kedaulatan politik, hukum, dan ideologi bangsa.
Berbagai kebijakan strategis yang dijalankan sepanjang 2025 menunjukkan upaya sistematis untuk menerjemahkan Asta Cita dari dokumen visi menjadi kerja konkret negara, yang dapat diukur melalui capaian ekonomi, sosial, kelembagaan, dan hukum.
Sebagai kerangka pembangunan, Asta Cita dirancang tidak sekadar sebagai daftar program, melainkan sebagai peta jalan transformasi negara.
Delapan misi tersebut mencakup penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia; konsolidasi pertahanan dan keamanan nasional; kemandirian pangan, energi, dan air; penciptaan lapangan kerja berkualitas; penguatan sumber daya manusia; hilirisasi dan industrialisasi; pembangunan dari desa; serta reformasi politik, hukum, dan birokrasi yang bersih dan efektif.
Keseluruhan misi itu kemudian dilembagakan dalam dokumen perencanaan nasional melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025–2029, yang ditetapkan pada Februari 2025 sebagai acuan kerja seluruh kementerian dan lembaga.
Secara makro, tahun pertama pemerintahan Prabowo menunjukkan stabilitas ekonomi yang relatif terjaga. Pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan III 2025 tercatat sebesar 5,04 persen secara tahunan, menandakan kesinambungan pertumbuhan di tengah perlambatan ekonomi global.
Inflasi pada November 2025 berada pada kisaran 2,7 persen secara tahunan, sebuah angka yang mencerminkan kemampuan negara menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
Stabilitas makro ini menjadi prasyarat penting bagi pelaksanaan agenda Asta Cita, karena tanpa fondasi ekonomi yang stabil, kebijakan sosial dan transformasi struktural sulit dijalankan secara berkelanjutan.
Dari sisi sosial, penurunan tingkat kemiskinan menjadi 8,47 persen pada Maret 2025, setara dengan sekitar 23,85 juta penduduk, memberikan indikasi bahwa kebijakan ekonomi dan sosial mulai memberi dampak nyata.
Tingkat Pengangguran Terbuka pada Agustus 2025 tercatat sebesar 4,85 persen, dengan jumlah penduduk bekerja mencapai lebih dari 146 juta orang.
Data ini menunjukkan bahwa tahun pertama Asta Cita dijalankan dalam konteks ekonomi yang relatif kondusif, sekaligus menghadirkan tantangan untuk memastikan bahwa pertumbuhan tersebut benar-benar berkualitas dan inklusif.
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































