Pupuk Indonesia dorong inovasi pertanian dan kemandirian pangan

5 hours ago 4
ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi dan kolaborasi

Jakarta (ANTARA) - PT Pupuk Indonesia (Persero) mendorong penguatan ekosistem inovasi pertanian dan kemandirian pangan nasional, melalui penyelenggaraan “FertInnovation Challenge 2025" yang diikuti sebanyak 1.620 inovator mulai dari kalangan peneliti, profesional, startup hingga mahasiswa dari berbagai institusi di dalam dan luar negeri.

Direktur Teknik dan Pengembangan Bisnis Pupuk Indonesia Jamsaton Nababan mengatakan kegiatan ini merupakan instrumen strategis perseroan untuk membangun pipeline riset dan inovasi yang relevan dengan tantangan sektor pertanian dan industri pupuk nasional.

“Kegiatan ini sejalan dengan komitmen perseroan dalam mendukung swasembada pangan nasional melalui penguatan inovasi, teknologi, dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan,” ujar Jamsaton sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Senin.

Dalam penyelenggaraannya, perseroan berkolaborasi dengan Indonesia Agrichemical Research Institute (IARI), yang menjadi media bagi perseroan untuk menciptakan transformasi pertanian berbasis inovasi.

Jamsaton menjelaskan kegiatan dirancang sebagai platform open innovation strategis untuk menyerap gagasan-gagasan transformatif dari inovator eksternal, serta menjawab tantangan keberlanjutan dan agenda besar kemandirian pangan Indonesia.

Adapun, empat kategori strategis dalam kegiatan adalah Precision Agriculture & Digital Farming, Climate Resilience & Sustainable Fertilizer, AI-Driven Agri Supply Chain, serta Process & Plant Engineering.

"Keempat kategori ini dirancang untuk menjawab kebutuhan inovasi dari hulu hingga hilir mulai dari teknis budidaya tanaman presisi, sistem distribusi dan rantai pasok pupuk, keberlanjutan lingkungan, hingga keandalan proses dan fasilitas produksi," ujar Jamsaton.

Selain apresiasi terhadap para pemenang, kegiatan juga membuka peluang inkubasi dan kolaborasi lanjutan supaya ide-ide terpilih dapat dikembangkan menjadi solusi nyata bagi industri hingga senilai Rp2 miliar.

Jamsaton menjelaskan kegiatan ini hadir sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang mempertemukan dunia industri, akademisi, peneliti, dan pemangku kebijakan dalam satu ekosistem inovasi yang terintegrasi.

"Kami percaya bahwa inovasi yang lahir dari FertInnovation akan berkontribusi nyata dalam meningkatkan efisiensi proses produksi, ketahanan sistem distribusi pupuk, keberlanjutan lingkungan, serta produktivitas pertanian nasional," ujar Jamsaton.

Ia menegaskan penyelenggaraan program pada tahun ini semakin menegaskan peran perseroan sebagai innovation enabler dalam sektor agribisnis.

Melalui pendekatan open innovation, perseroan mendorong kolaborasi antara akademisi, peneliti dan praktisi untuk mempercepat hilirisasi riset serta menciptakan nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

"Kami berharap upaya dan kolaborasi yang kita bangun melalui FertInnovation ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan Pupuk Indonesia yang semakin inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta mendukung ketahanan pangan bangsa," ujar Jamsaton.

Baca juga: Pupuk Indonesia salurkan 670.274 ton pupuk subsidi di Sulsel pada 2025

Baca juga: Mentan sebut revitalisasi industri pupuk bisa turunkan harga 20 persen

Baca juga: Petrokimia Gresik bangun tangki asam sulfat berkapasitas 40 ribu ton

Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |