KBRI Kuala Lumpur peringatkan akun TikTok palsu, warga diminta waspada

2 hours ago 1

Kuala Lumpur (ANTARA) - Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) meminta masyarakat mewaspadai keberadaan akun media sosial palsu di TikTok yang mengatasnamakan KBRI KL.

Imbauan itu disampaikan KBRI KL melalui unggahan di media sosial Instagram KBRI KL yang terverifikasi @indonesiainkualalumpur, yang dipublikasi di Kuala Lumpur, Jumat malam.

"Waspada penipuan mengatasnamakan KBRI Kuala Lumpur. Telah beredar akun TikTok palsu yang mengatasnamakan KBRI Kuala Lumpur serta melakukan penipuan dan melakukan komunikasi melalui WhatsApp dengan meminta data pribadi masyarakat," demikian peringatan KBRI KL di medsos Instagram.

KBRI KL menekankan tidak memiliki akun TikTok. KBRI KL juga tidak pernah meminta data pribadi melalui media sosial atau Whatsapp pribadi.

Seluruh layanan keimigrasian (paspor, surat perjalanan laksana paspor/SPLP, visa) dan layanan kekonsuleran di KBRI KL hanya dilakukan melalui prosedur resmi dan tidak pernah ditawarkan secara pribadi. Selain itu semua layanan resmi dilakukan melalui kanal resmi KBRI Kuala Lumpur.

KBRI KL mengimbau seluruh WNI/masyarakat di Malaysia untuk tidak memberikan data pribadi kepada pihak yang tidak jelas; tidak mempercayai akun media sosial yang mengatasnamakan KBRI tanpa verifikasi; serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan serupa.

WNI juga diimbau melakukan pengecekan untuk memastikan bahwa seluruh tarif pelayanan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Informasi resmi mengenai tarif layanan dapat merujuk pada website KBRI Kuala Lumpur atau akun media sosial resmi KBRI Kuala Lumpur.

Berdasarkan pantauan ANTARA di Kuala Lumpur, hingga berita ini ditulis, akun palsu TikTok KBRI KL itu beralamat @kedutaanindonesiainkl, dan memiliki jumlah pengikut sebanyak 23.700 akun.

Dalam bio akun palsu tersebut dicantumkan sebuah link yang mengarahkan kepada nomor WhatsApp.

ANTARA mencoba mengirimkan pesan kepada nomor WhatsApp tersebut, untuk mengetahui berapa biaya perpanjangan paspor yang dipatok oleh akun palsu itu. Namun hingga berita ini ditulis, pesan tersebut masih tertanda centang satu, atau belum diterima oleh yang bersangkutan.

Baca juga: Dubes RI di Malaysia sampaikan keprihatinan atas konflik dunia

Baca juga: Langkah diplomasi tanpa jeda Dubes RI di Malaysia

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |