Kinerja Transjakarta tunjukkan tren positif di era Pramono-Rano

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Kinerja layanan Transjakarta dinilai menunjukkan tren positif di bawah kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno.

Bahkan, moda transportasi berbasis bus rapid transit (BRT) ini kian mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas warga ibu kota.

Pemerhati Kota Jakarta Zulfikar Marikar, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, menilai Transjakarta tidak hanya unggul dari sisi kapasitas angkut, tetapi juga dari aspek kenyamanan dan integrasi layanan.

"Transjakarta memiliki keunggulan dalam hal kenyamanan dan keterhubungan antarmoda. Layanannya terintegrasi langsung dengan MRT dan LRT melalui sistem tarif yang terjangkau," ujarnya.

Selain itu, modernisasi armada melalui penambahan bus listrik dinilai memperkuat transformasi layanan menuju transportasi ramah lingkungan.

Dengan target 100 persen berbasis armada listrik atau 10.000 unit pada 2029, kata dia, sampai saat ini Transjakarta sudah memiliki sebanyak 300 unit bus listrik, dan menjadikan Jakarta sebagai salah satu kota yang progresif dalam penggunaan transportasi hijau berbasis energi bersih.

Di sisi lain, pembaruan halte yang lebih nyaman yang ditopang sistem informasi digital turut meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna Transjakarta.

"Keunggulan tersebut menempatkan Transjakarta sebagai transportasi publik premium dengan kualitas tinggi, namun tetap memiliki tarif yang relatif terjangkau," kata Zulfikar.

Data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta mencatat jumlah penumpang Transjakarta pada Desember 2025 mencapai 37,46 juta orang.

Sepanjang 2025, total pengguna mencapai sekitar 413 juta penumpang, tumbuh 11 persen secara tahunan dibandingkan tahun 2024, yang tercatat 372 juta penumpang.

Rata-rata pengguna harian juga menembus lebih dari satu juta orang lebih.

Tren peningkatan berlanjut pada awal 2026, dengan jumlah pelanggan pada Januari mencapai 35,36 juta orang, naik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 32,1 juta penumpang.

Menurut Zulfikar, peningkatan jumlah pengguna tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mendorong peralihan ke transportasi umum.

Salah satunya melalui program "Rabu Wajib Transportasi Umum" bagi aparatur sipil negara (ASN).

Selain itu, kebijakan subsidi transportasi melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2025 Tentang Pemberian Layanan Angkutan Umum Massal Gratis juga dinilai berkontribusi signifikan.

Aturan tersebut memberikan fasilitas transportasi gratis kepada 15 kelompok masyarakat rentan.

Secara keseluruhan, Zulfikar menilai progres Transjakarta di era Pramono-Rano menunjukkan arah transformasi yang semakin sistemik.

"Tidak hanya memperluas layanan, tetapi juga memperkuat integrasi, keberlanjutan, dan efisiensi," ujarnya.

Ia berharap ke depan, Transjakarta dapat terus meningkatkan performa layanan dan memperluas jangkauan guna menjawab kebutuhan mobilitas warga Jakarta yang semakin tinggi.

Baca juga: Besok, tarif Transjakarta hanya Rp12

Baca juga: 1,1 juta orang gunakan Transjakarta selama momen Lebaran 2026

Baca juga: Transjakarta tambah frekuensi layanan hingga 50 persen pada arus balik

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |