Jakarta (ANTARA) - PT Astra Honda Motor (AHM) bersiap menorehkan tonggak sejarah baru, di mana setelah 55 tahun hadir di pasar Indonesia, produsen sepeda motor Honda ini akan mencapai total produksi 100 juta unit pada tahun ini.
“Kita sudah 55 tahun di Indonesia dan bentuk harapannya di tahun ini kita akan memasuki di 100 juta produksi.” ujar Wakil Presiden Direktur Eksekutif AHM Thomas Wijaya kepada ANTARA di Jakarta, Senin.
Thomas mengatakan capaian tersebut hadir di tengah kondisi pasar roda dua nasional yang dinilai tetap tangguh dan stabil.
AHM memandang sepeda motor masih menjadi alat utama mobilitas dan produktivitas masyarakat Indonesia. Hal inilah yang membuat pasar roda dua tetap resilien, meski pertumbuhannya relatif moderat.
Pada 2025, pasar sepeda motor nasional tercatat meningkat sekitar 1 persen, dari 6,33 juta unit menjadi 6,41 juta unit.
Di tengah kondisi tersebut, AHM juga membukukan kinerja positif. Sepanjang tahun lalu, penjualan sepeda motor Honda mencapai 4,978 juta unit atau naik sekitar 1 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga: Honda produksi model kendaraan listrik menuju Visi 2030
Kontribusi Honda terhadap total pasar sepeda motor nasional pun mencapai sekitar 78 persen, mencerminkan tingkat kepercayaan konsumen yang masih sangat kuat.
Memasuki tahun ini, AHM memproyeksikan pasar sepeda motor nasional setidaknya akan stabil di kisaran 6,4 juta unit, dengan potensi pertumbuhan hingga 6,7 juta unit.
Optimisme ini didorong oleh harapan pertumbuhan sektor manufaktur dan jasa, stabilitas sektor komoditas, serta keberlanjutan sejumlah program pemerintah yang mendukung segmen entry level.
Sejalan dengan prospek pasar tersebut, AHM juga tengah melakukan ekspansi kapasitas produksi. Perusahaan menargetkan penyelesaian tahap pembangunan fasilitas manufaktur di Deltamas, Cikarang, Jawa Barat dapat segera rampung dan diagendakan untuk beroperasi akhir tahun ini.
Fasilitas tersebut akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan segmen sepeda motor otomatis atau skuter matik.
“Kita akan memenuhi untuk di segmen skuter matik karena memang di Indonesia sekarang kontribusi pengguna motor metik atau skuter itu sudah sekitar 93 persen. Kita melihat untuk bisa memenuhi pasar, sehingga kita perlu membangun satu kapasitas produksi yang diharapkan mampu menjaga kesesuaian antara suplai dan kebutuhan pasar.” jelas Thomas.
Baca juga: Honda HRC pertahankan livery tiga warna
Baca juga: Honda bawa CBR500R Four untuk pasar China melalui pameran CIIE
Baca juga: Spesifikasi dan harga Honda All New Vario 125 terbaru 2025
Pewarta: Pamela Sakina
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026


















































