Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memerintahkan operator agar Transjakarta hingga Mikrotrans melayani di 11 stasiun pemberhentian LRT Kelapa Gading-Manggarai untuk memudahkan mobilitas masyarakat.
“Semua jalur untuk LRT, ada 11 titik, saya sudah memerintahkan untuk TransJakarta masuk di semua itu. Kalau memang TransJakarta tidak bisa digunakan, maka Mikrotrans. Sudah dilakukan,” kata Pramono saat dijumpai di Gedung PMI DKI Jakarta, Kamis.
Pramono menyebut Stasiun Manggarai kini merupakan hub baru yang nantinya menjadi transit dan dilewati oleh 1,2 juta hingga 1,3 juta orang setiap harinya.
Dengan demikian, nantinya kawasan tersebut akan menyambungkan tiga moda transportasi yakni Transjakarta, KRL dan LRT.
Pramono mengatakan pihaknya akan terus melakukan pembenahan untuk kawasan Manggarai agar bisa segera berfungsi dengan baik.
Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Jakarta Suhud Alynudin meminta agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbanyak Jaklingko atau Mikrotrans untuk menjangkau daerah-daerah kecil sehingga masyarakat semakin mudah menggunakan transportasi umum.
Terlebih kini, LRT Kelapa Gading-Manggarai telah diresmikan. Ia ingin masyarakat semakin terkoneksi dengan berbagai moda transportasi.
“Ini kan kita berusaha mengintegrasikan antarmoda. Mungkin catatannya adalah penting juga penopang, Mikrotrans itu semakin menjangkau daerah-daerah kecil gitu ya. Supaya bisa sampai dari kampung-kampung, perlu disambung. Nah, Mikrotrans itu supaya diperbanyak,” kata Suhud.
Suhud menilai jika seluruh moda transportasi sudah terkoneksi dengan baik, hal tersebut dapat mendorong masyarakat menggunakan transportasi publik.
Baca juga: DPRD DKI usul Mikrotrans diperbanyak untuk jangkau perkampungan
Baca juga: Pramono: Halte TJ yang bersinggungan dengan LRT Jakarta kembali aktif
Baca juga: DKI sebut tarif LRT Kelapa Gading-Manggarai Rp8 selama delapan hari
Pewarta: Lifia Mawaddah Putri
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































