Sorong, Papua Barat Daya (ANTARA) - Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) DEO Sorong, Papua Barat Daya, Asep Sukarjo menyatakan, pihaknya siap melayani penerbangan internasional reguler setelah seluruh fasilitas dan persyaratan administrasi untuk penerbangan luar negeri dipenuhi.
Menurut dia, kesiapan tersebut menjadi tanggung jawab pihak pengelola bandara, sedangkan pembukaan rute penerbangan internasional reguler merupakan kewenangan operator atau maskapai.
"Bandara sudah siap. Kami berkewajiban menyiapkan fasilitas dan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penerbangan internasional," katanya seusai Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional 2026 di Bandara DEO Sorong, Papua Barat Daya, Kamis.
Menurut dia, maskapai yang ingin membuka rute internasional reguler dari dan menuju Sorong harus mengajukan rencana penerbangan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan.
"Untuk jadwal penerbangan dan kesiapan operasinya, kami serahkan kepada pihak operator. Operator yang akan mengajukan rute penerbangan reguler kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara," ujarnya.
Meskipun belum memiliki penerbangan internasional reguler, kata dia, Bandara DEO Sorong telah melayani sejumlah penerbangan carter dari dan menuju luar negeri.
Ia menyebut penerbangan carter rute Darwin-Sorong dan Sorong-Darwin International Airport (DRW) Australia telah berlangsung sebanyak tiga kali.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga hadirkan Serambi MyPertamina di Bandara Sorong
Baca juga: Bandara DEO tegaskan tak ada intervensi terhadap operasional maskapai
Selain itu, Bandara DEO juga pernah menerima penerbangan dari Haneda, Jepang, pada Desember 2025.
"Kemarin sudah ada penerbangan carter Darwin-Sorong dan Sorong-Darwin. Itu sudah tiga kali. Desember tahun lalu juga pernah ada penerbangan dari Haneda, Jepang, ke Sorong," katanya.
Menurut dia, adanya penerbangan carter internasional tersebut menunjukkan bahwa Bandara DEO telah memiliki kesiapan fasilitas dan administrasi untuk menerima penerbangan dari luar negeri.
"Tidak mungkin penerbangan luar negeri bisa masuk ke sini kalau secara administratif belum siap," ujarnya.
Dia menegaskan UPBU DEO tidak memiliki kewenangan untuk menentukan maskapai, negara tujuan, maupun jadwal penerbangan internasional reguler.
Pihaknya hanya memastikan fasilitas, dokumen, serta pelayanan pendukung di bandara memenuhi ketentuan penerbangan internasional.
Sementara itu, pembukaan rute internasional reguler bergantung pada pengajuan dan pertimbangan operasional serta bisnis dari masing-masing operator penerbangan.
"Bandara sebenarnya sudah siap. Sekarang tinggal operatornya. Penerbangan dari mana dan operatornya siapa, kami serahkan kepada pihak operator," ujarnya.
Baca juga: ASDP Sorong: KMP Kalabia naik docking optimalkan layanan
Baca juga: Menko dan Dirut Bulog tinjau penyaluran bantuan pangan di Sorong
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































