Wamenkes: Pemeriksaan gigi masuk program Cek Kesehatan Gratis

1 hour ago 2

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemeriksaan kesehatan gigi telah menjadi bagian dari Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), termasuk pemeriksaan yang dapat dilakukan di lingkungan sekolah untuk mendeteksi masalah kesehatan gigi pada anak sejak dini.

"Pemeriksaan gigi sudah masuk ke dalam Cek Kesehatan Gratis. Cek kesehatan gratis itu di dalamnya termasuk pemeriksaan gigi. Ini masukan dari PDGI juga," kata Dante saat menghadiri peresmian Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2026 di SDN Menteng 01, Jakarta, Kamis.

Dante mengatakan pemeriksaan gigi dapat dimulai di sekolah sehingga masyarakat tidak harus menunggu munculnya keluhan untuk memeriksakan kesehatan gigi ke fasilitas kesehatan.

Ia mengatakan pemeriksaan melalui CKG menunjukkan masih tingginya masalah gigi pada anak-anak di Indonesia. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, sebanyak 41 persen anak yang diperiksa mengalami gigi berlubang.

Baca juga: Dokter gigi ingatkan tak perlu menunggu sakit untuk cek kesehatan gigi

"Jadi kita ketemu 41 persen anak-anak di Indonesia yang diperiksa giginya itu mempunyai gigi berlubang. Jadi, 4 dari 10 anak-anak mempunyai gigi berlubang," ujarnya.

Menurut Dante, temuan tersebut menjadi alasan pemerintah mendorong penguatan upaya promotif dan preventif kesehatan gigi di lingkungan sekolah.

Upaya pencegahan, kata dia, dapat dilakukan dengan menjaga lapisan pelindung gigi atau enamel melalui kebiasaan menyikat gigi dengan cara yang benar.

Selain teknik menyikat gigi, waktu menyikat gigi juga perlu diperhatikan. Dante menganjurkan masyarakat menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur agar kebersihan gigi tetap terjaga dan sisa makanan tidak menumpuk.

"Kemudian yang kedua, waktu menyikat gigi juga harus benar. Itu biasanya kita anjurkan sesudah sarapan dan sebelum tidur, supaya giginya bersih, tidak tersisa makanan," kata Dante.

Dante menekankan kesehatan gigi dan mulut juga berkaitan dengan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia mencontohkan infeksi bakteri Streptococcus beta-haemolyticus grup A yang dapat berkaitan dengan gangguan katup jantung dan menyebabkan Penyakit Jantung Rematik (PJR).

"Kalau penyakit jantung rematik ini menyerang anak-anak karena giginya berlubang, maka kesehatan anak-anak itu menjadi terganggu dan biasanya penyakit jantungnya muncul pada usia muda," katanya.

Baca juga: Pentingnya merawat kesehatan gigi untuk menunjang kualitas hidup

Baca juga: Menkes pesan ke siswa Sekolah Rakyat: Rajin olahraga dan sikat gigi

Baca juga: Alasan napas tetap bau meski rutin membersihkan gigi

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |