Situbondo (ANTARA) - Prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 3 Marinir terus mengasah kemampuan tempur dengan fokus pada uji ketepatan dan presisi senjata bantuan melalui latihan perorangan kesenjataan di Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) Marinir 5 Baluran Situbondo, Jawa Timur.
Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir, Letkol Marinir Iskandar Muda menyampaikan latihan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan profesionalisme prajurit sekaligus memastikan kesiapan teknis seluruh alutsista yang digunakan.
"Melalui kegiatan latihan ini, Yonif 3 Marinir berupaya mestandarisasi kemampuan tempur prajurit sebelum diterjunkan dalam berbagai penugasan ke depan," katanya dalam keterangannya di Situbondo, Jawa Timur, Minggu.
Letkol Marinir Iskandar menegaskan bahwa tujuan utama latihan tersebut adalah tercapainya kepastian tembakan yang maksimal.
Dalam latihan tempur itu, ia juga menekankan pentingnya sinergi antara kemampuan prajurit dengan keandalan sistem persenjataan.
Melalui latihan yang intensif dan terukur, Iskandar menginginkan seluruh prajurit 'Hiu Petarung' itu memiliki kepercayaan diri tinggi terhadap alat utama sistem senjata (alutsista) yang digunakan.
"Dengan demikian, kesiapan tempur satuan akan semakin optimal dalam menghadapi berbagai tugas operasi ke depan," ucapnya.
Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir latihan tempur di Puslatpur Marinir 5 Baluran Situbondo, Jawa Timur. ANTARA/HO-Dispen KormarDia memaparkan dalam pelaksanaan latihan di kawasan Taman Nasional Baluran itu, materi utama yang diberikan adalah penembakan lintas lengkung menggunakan mortir kaliber 81 mm produksi Pindad dan Serbia, serta mortir 60 mm varian Tampella, Serbia, dan Long Range.
Menurut dia, penggunaan teknologi optik sistem bidik mortir juga dioptimalkan guna menjamin akurasi tembakan hingga jarak dua kilometer, dan ini bertujuan agar setiap proyektil yang ditembakkan mampu mengenai sasaran secara tepat dan efektif dalam mendukung pasukan di garis depan.
Tak hanya mortir, latihan juga mencakup peningkatan intensitas tembakan menggunakan senjata GPMG dan MK 3, sementara kemampuan penghancuran target diperkuat melalui penggunaan senjata RPG-7, MGL, RXGL, dan GLM.
Iskandar menyampaikan kombinasi berbagai senjata bantuan tersebut dirancang untuk melumpuhkan konsentrasi musuh, menghancurkan kendaraan lapis baja, hingga meruntuhkan posisi pertahanan yang kuat melalui pola serangan terintegrasi.
"Dengan latihan ini, prajurit Yonif 3 Marinir menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesiapsiagaan dan profesionalisme sebagai pasukan pendarat amfibi yang tangguh, presisi dan siap menghadapi segala bentuk tantangan tugas negara," kata Iskandar.
Baca juga: Latihan bersama TNI-ADF bagian dari perjanjian kerja sama pertahanan
Baca juga: Puncak Latgabma Keris Woomera latihan penembakan amunisi tajam
Baca juga: Tembakan amunisi tajam jadi pamungkas Latgabma SGS 2024 di Situbondo
Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































