Teheran (ANTARA) - Iran akan “secara tegas” mencegah setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz, demikian pernyataan Komando Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
“Setiap upaya kapal perang untuk melintasi Selat Hormuz akan dicegah secara tegas. Angkatan Laut IRGC saat ini memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Hanya kapal sipil yang diizinkan melintas dengan kondisi tertentu,” demikian pernyataan tersebut seperti dikutip kantor berita Iran, Fars.
IRGC juga membantah laporan mengenai kapal perang Amerika Serikat (AS) yang disebut-sebut melintasi Selat Hormuz.
Sebelumnya, Sabtu (11/4), kantor berita Fars melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Iran memantau posisi kapal perusak Angkatan Laut AS yang berangkat dari pelabuhan Fujairah menuju Selat Hormuz. Seluruh aktivitas kapal tersebut dilaporkan kepada delegasi Iran di Islamabad, yang kemudian meneruskannya kepada pihak AS melalui perantara Pakistan.
Menurut Fars, Iran telah mengeluarkan peringatan kepada kapal perusak tersebut dan juga menyampaikan secara langsung kepada perantara Pakistan bahwa kapal itu akan menjadi sasaran serangan dalam waktu 30 menit jika tetap melanjutkan perjalanan, yang dapat merusak proses negosiasi Iran-AS.
Pada Sabtu, Iran dan Amerika Serikat memulai pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu dengan Teheran pada malam 8 April.
Hingga berita ini dilaporkan, pembicaraan tersebut telah berlangsung lebih dari delapan jam. Putaran ketiga negosiasi itu juga masih berlangsung. Seperti yang dilaporkan televisi milik Pemerintah Iran, salah satu hal utama yang menjadi perselisihan antara delegasi Iran dan AS adalah soal Selat Hormuz.
Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, serta mencakup Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, Ketua Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Sementara itu, delegasi AS dipimpin oleh Wakil Presiden J.D. Vance, dengan turut melibatkan utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, serta menantu presiden, Jared Kushner.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: Iran-AS fokus rundingkan Selat Hormuz, sanksi, nuklir dan konflik
Baca juga: Sekjen PBB desak AS dan Iran beriktikad baik dalam perundingan
Penerjemah: Fransiska Ninditya
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































