Prabowo bersumpah jiwa raga untuk bangsa, tak rela rakyat hidup sulit

2 months ago 16

Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan sejak muda telah bersumpah jiwa dan raganya untuk bangsa dan rakyat Indonesia, seraya menekankan dirinya tidak rela apabila masih ada masyarakat yang hidup sulit dan anak sekolah yang tidak makan.

"Di Republik Indonesia yang merdeka, di abad 21 tidak boleh ada orang yang lapar di negara ini. Saya dari waktu usia muda, saya telah bersumpah jiwa raga saya untuk bangsa dan rakyat Indonesia, dan saya tidak rela di abad ke-21 ini masih ada rakyat kita yang hidupnya sangat sulit, anak-anak yang sekolah tidak makan," kata Prabowo di Bekasi, Jawa Barat, Senin.

Presiden menuturkan Indonesia memiliki kekayaan yang sangat besar, namun selama ratusan tahun tidak dikelola dengan baik sehingga lebih banyak dimanfaatkan pihak lain.

Prabowo menyatakan kondisi tersebut terjadi karena kurangnya kemampuan para pemimpin pada masa lalu dalam menjaga dan mengelola sumber daya nasional.

Presiden pun menyampaikan perlunya kesadaran bersama dari semua unsur kepemimpinan, mulai dari tokoh agama, pekerja, cendekiawan, pelaku ekonomi, media, hingga aparat TNI maupun Polri mengenai tujuan utama berbangsa dan bernegara, yakni memberikan kualitas hidup yang layak bagi seluruh rakyat.

Baca juga: Prabowo targetkan pemasangan 1 juta panel smartboard tahun depan

Kepala Negara juga berpandangan bahwa suatu negara tidak dapat disebut berhasil apabila kekayaan hanya dinikmati sebagian kecil kelompok, terlebih jika kelompok tersebut tidak memiliki kecintaan terhadap tanah air atau membawa kekayaan ke luar negeri.

"Indonesia tidak boleh mempertahankan keadaan di mana yang menikmati kekayaan Indonesia hanya segelintir orang. Apalagi bila orang-orang tersebut tidak cinta sama tanah air, apalagi kalau orang-orang tersebut tega membawa lari kekayaan Indonesia keluar dari Indonesia, ini harus kita hentikan," kata Presiden.

Prabowo menyampaikan pemerintah yang dipimpinnya menghadapi tantangan besar karena percepatan pembangunan tidak dapat dilakukan dengan fokus pada satu sektor saja.

Kepala Negara menambahkan perkembangan dunia menuntut Indonesia bekerja serentak di berbagai bidang, mulai dari perbaikan birokrasi, penghentian korupsi dan kebocoran anggaran, pembenahan BUMN, penguatan penegakan hukum, hingga peningkatan ekonomi makro dan kesehatan.

Baca juga: Prabowo respons kasus perundungan di sekolah: Harus kita atasi!

Di sektor pendidikan, Prabowo menekankan perlunya upaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional seperti dokter, dokter gigi, insinyur, dan ilmuwan agar kekayaan nasional dapat dikelola secara optimal dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat.

Presiden pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dan menghindari sikap saling membenci maupun saling mencurigai.

Prabowo mengatakan masyarakat membutuhkan hasil nyata dan cepat dari pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah.

"Tidak ada gunanya saling membenci, tidak ada gunanya saling dendam, tidak ada gunanya saling curiga, enggak ada gunanya. Rakyat membutuhkan nasi yang cepat. Tidak boleh terlalu banyak omon-omon, pintar ngomong, tidak. Kita harus membawa hasil yang cepat kepada rakyat kita," katanya.

Baca juga: Tak kalah dari Mendikdasmen, Prabowo bacakan pantun soal digitalisasi

Baca juga: Prabowo: Fasilitas sekolah integrasi akan modern seperti negara maju

Pewarta: Fathur Rochman/Andi Firdaus
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |