Jakarta (ANTARA) - PT Pola Raya Studio (Pola Raya) menyiapkan pembukaan kantor di New York Amerika Serikat (AS) dan menjajaki akuisisi perusahaan lokal sebagai upaya menjembatani arsitek, developer, dan perusahaan Indonesia menembus pasar global.
Direktur PT Pola Raya Studio, Mohamad Amin Ahlun Nazar mengatakan program utama yang akan dikembangkan adalah membawa arsitek Indonesia ke New York untuk memamerkan karya dan mempresentasikan gagasannya secara langsung di hadapan developer, firma arsitektur, pemilik proyek, serta pelaku industri Amerika Serikat.
Banyak proyek Indonesia, ujar Amin dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu sebenarnya memiliki kualitas dan visi yang kuat, tetapi menghadapi tantangan ketika harus menjelaskannya kepada audiens yang baru mengenal proyek tersebut.
“Proyek yang baik belum tentu langsung dipahami. Dalam pertemuan bisnis internasional, kita mungkin hanya memiliki waktu yang singkat untuk membuat seseorang memahami skala, nilai, dan alasan sebuah proyek layak diperhatikan,” katanya.
Oleh karena itu pihaknya akan membantu pemilik proyek itu berbicara dengan jelas sehingga calon investor global mempercayainya. Para arsitek akan memperoleh ruang untuk menjelaskan bukan hanya gambar akhir, tetapi juga pemikiran, pengalaman, material, budaya, teknologi, dan pendekatan yang membentuk karya mereka.
Maket, kriya, material, dan pengalaman digital dapat digunakan untuk membantu audiens memahami gagasan secara lebih cepat dan utuh.
Terkait hal itu PT Pola Raya Studio bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia di New York, pada awal Agustus 2026 menandatangani Surat Pernyataan Kehendak atau Letter of Intent untuk memperkuat promosi arsitektur, kriya, desain, talenta, dan ekonomi kreatif Indonesia di Amerika Serikat.
Penandatanganan tersebut, lanjut Amin menjadi awal kolaborasi yang mencakup pameran, presentasi, forum bisnis, business matching, program arsitektur dan desain, maket, diorama, konten digital, serta pertukaran pengetahuan.
Tujuan kerjasama ini bukan sekadar membawa nama Pola Raya ke luar negeri. Kehadiran itu dirancang sebagai jembatan bagi arsitek, developer, perusahaan properti, serta perusahaan Indonesia dari berbagai sektor untuk memperkenalkan kemampuan, proyek, dan peluang bisnisnya kepada pasar global," ujarnya.
Sementara itu Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York Winanto Adi menambahkan kolaborasi tersebut membuka ruang bagi kapasitas Indonesia untuk bertemu dengan jejaring internasional yang relevan.
"Indonesia memiliki arsitek, perajin, desainer, dan perusahaan dengan kemampuan yang kuat. Yang dibutuhkan adalah ruang agar kemampuan tersebut dapat diperkenalkan dengan baik, dipahami, dan berkembang menjadi hubungan profesional serta bisnis yang nyata," ujarnya.
Dikatakannya, New York dipilih karena posisinya sebagai salah satu pusat ekonomi, arsitektur, properti, desain, dan investasi dunia. Kota ini menjadi tempat bertemunya developer, firma arsitektur, investor, lembaga keuangan, akademisi, pelaku teknologi, dan industri kreatif dari berbagai negara.
Baca juga: Kemenpora gandeng Universitas New York perkuat riset industri olahraga
Pewarta: Subagyo
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































