PMI Sumut distribusikan air bersih ke lokasi terdampak di Tapteng

1 week ago 9

Medan (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendistribusikan air bersih ke lokasi terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara.

"Hingga saat ini krisis air bersih masih dirasakan oleh warga pascabencana di sejumlah wilayah Tapanuli Tengah," ujar Kepala Markas PMI Provinsi Sumut Ade Yudiansyah di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Rabu.

Kondisi ini, lanjut dia, akibat rusaknya sumur masyarakat, lalu tercemarnya sumber air, serta terputusnya jaringan distribusi mengakibatkan kebutuhan air bersih menjadi persoalan paling mendesak.

PMI Sumut telah melakukan dua skema pelayanan, yakni distribusi air bersih ke lokasi terdampak, dan penyediaan air bersih di Camp WASH (Water, Sanitation and Hygiene).

"Namun para relawan PMI mendistribusikan air bersih menggunakan mobil tangki ke desa-desa terdampak yang akses airnya lumpuh total," katanya.

Air bersih ini, jelas Ade, disalurkan langsung kepada warga terdampak bencana alam akhir November 2025 untuk kebutuhan minum, memasak, dan kebersihan keluarga.

"Distribusi ini juga diprioritaskan bagi wilayah dengan kerusakan terparah, dan kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia (lanjut usia), dan keluarga dengan balita," ucap Ade.

Baca juga: Enam jembatan diresmikan, akses Agam kembali lancar pascabencana

Selain distribusi langsung, PMI Sumut juga mengoperasikan Camp WASH sebagai pusat layanan air bersih yang dapat diakses masyarakat dari berbagai desa sekitar.

Setiap hari, warga datang membawa jeriken, galon, dan ember mengambil air bersih. "Bahkan sebagian warga menilai, Camp WASH menjadi satu-satunya sumber air layak digunakan sejak bencana terjadi," tuturnya.

Pihaknya juga mengombinasikan distribusi ke lokasi terdampak dan layanan pengambilan air di Camp WASH agar kebutuhan masyarakat terpenuhi secara merata.

Tidak hanya menyediakan air bersih, relawan PMI Sumut juga melakukan pengolahan, pengecekan kualitas air, memberikan edukasi perilaku hidup bersih dan sehat.

"Upaya ini penting untuk mencegah munculnya penyakit berbasis lingkungan yang kerap meningkat pascabencana," tegas Ade.

Menurutnya, kebutuhan air bersih di Tapanuli Tengah masih tinggi karena belum dapat dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat akibat infrastruktur air yang rusak.

Oleh karena itu, layanan pendistribusian air bersih dan operasional Camp WASH akan terus dilakukan hingga kondisi benar-benar pulih.

"Camp WASH tidak hanya memastikan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat, tetapi menghadirkan suatu harapan di tengah upaya warga Tapanuli Tengah bangkit dari bencana," papar Ade.

Baca juga: Baznas bangun meunasah darurat untuk ibadah warga di Pidie Jaya

Baca juga: PMI Sumut gunakan ekskavator bersihkan lingkungan di Tapanuli Tengah

Pewarta: Muhammad Said
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |