PM Malaysia prihatin ketegangan AS-Iran terus meningkat

1 week ago 11

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belakangan ini, yang dapat berpotensi mendorong terjadinya konflik terbuka.

"Saya memandang dengan keprihatinan mendalam meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, serta semakin besarnya risiko bahwa situasi yang mudah bergejolak ini dapat berubah menjadi konflik terbuka," kata Anwar Ibrahim dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Selasa.

Anwar menyampaikan bahwa konsentrasi aset militer dan meningkatnya retorika publik yang kian bersifat absolut telah mempersempit ruang untuk menahan diri, justru pada saat hal tersebut paling dibutuhkan.

Menurut PM Malaysia tersebut, setiap konfrontasi antara Washington dan Teheran akan menimbulkan dampak luas di kawasan Timur Tengah yang sudah rapuh.

Dia berpandangan bahwa risiko eskalasi melalui konflik proksi, ketidakamanan maritim, dan guncangan ekonomi dapat meluas jauh melampaui wilayah tersebut.

"Tidak ada kepentingan strategis yang dapat membenarkan kehancuran manusia dan materiil semacam itu. Imperatif perdamaian harus diutamakan di atas segala pertimbangan lainnya," serunya.

Malaysia mendesak semua pihak untuk menarik diri dari ambang konflik dan kembali berkomitmen pada diplomasi dengan kesungguhan dan urgensi, seraya mendorong pemanfaatan saluran komunikasi.

Di sisi lain, Malaysia mengapresiasi upaya konstruktif Oman dalam memfasilitasi dialog dan meredakan ketegangan.

Malaysia juga mendesak semua negara yang memiliki pengaruh untuk menggunakan segala cara yang tersedia guna mendorong de-eskalasi dan terciptanya upaya menahan diri antara kedua negara, demi kepentingan stabilitas kawasan dan internasional.

Baca juga: Pasca Donald Trump ancam Iran, China harap penyelesaian lewat dialog

Baca juga: Trump sebut Iran ingin berunding setelah AS kerahkan kapal tempur

Baca juga: Iran nyatakan lebih siap untuk respons serangan lawan

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |