Lampung Barat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Barat terus memperketat pengawasan dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), guna memastikan kualitas dan keamanan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di daerah itu.
Wakil Bupati (Wabup) Lampung Barat Mad Hasnurin saat dihubungi dari Lampung Selatan, Selasa, mengatakan pengetatan pengawasan penerapan SOP dapur SPPG dan pendistribusian ke sekolah tersebut merupakan tindak lanjut dari temuan pelanggaran di lapangan yang berhasil diidentifikasi oleh Tim Satgas MBG.
“Salah satunya terjadi di SPPG Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, yang ditemukan kurang higienis dalam proses pencucian bahan makanan hingga terdapat ulat pada daun sajian. Atas temuan itu, Tim Satgas langsung melakukan pemeriksaan dan memberikan teguran tertulis (SP 1),” katanya.
Selain itu, kata dia, pelanggaran juga ditemukan di SPPG Tugu Mulya, Kecamatan Kebun Tebu, serta SPPG Tugu Sari II, Kecamatan Sumber Jaya, yang telah beroperasi meski pembangunan sarana prasarana, seperti IPAL dan dapur masak, belum sepenuhnya selesai.
Baca juga: Wabup Lambar ingatkan SPPG penuhi standar bangunan dapur MBG
Kedua SPPG tersebut juga telah ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lapangan dan pemberian SP 1.
“Semua temuan ini langsung kami tindak lanjuti. Tidak ada toleransi terhadap pelanggaran, apalagi menyangkut kesehatan dan keselamatan penerima manfaat,” ucapnya.
Meski demikian ia menyimpulkan bahwa secara umum pelaksanaan Program MBG di Kabupaten Lampung Barat berjalan cukup baik, berkat koordinasi lintas sektor yang solid.
Oleh karena itu pihaknya terus mendorong kolaborasi dan sinergi seluruh unsur Satgas, khususnya para camat, kepala puskesmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, sebagai ujung tombak pengawasan di tingkat kecamatan.
Sebagai langkah strategis, Pemkab Lampung Barat juga telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Sekretaris Daerah Kabupaten terkait pembagian wilayah kerja Tim Satgas P3 MBG menjadi lima wilayah, berdasarkan kecamatan, guna meningkatkan efektivitas monitoring dan evaluasi di lapangan.
Baca juga: BGN: Program MBG jangkau 58.3 juta penerima manfaat per 19 Januari ini
Dengan langkah-langkah tegas dan terukur ini, ia optimistis Program MBG dapat berjalan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain itu, kata dia, adanya perkembangan signifikan jumlah dapur dari 24 menjadi 29 SPPG pada Januari 2026 di Lampung Barat.
“SPPG yang berdiri di Lampung Barat ini didirikan oleh pihak swasta dan Badan Gizi Nasional (BGN). Ini menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap Program MBG terus meningkat,” ucapnya.
Namun demikian Wabup Mad Hasnurin menegaskan peningkatan jumlah SPPG juga dibarengi dengan tantangan serius, khususnya dalam hal pengawasan dan kepatuhan terhadap SOP.
Baca juga: Satgas MBG usulkan pembangunan 24 SPPG di Lampung Barat
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































