Semarang (ANTARA) - Pemerintah Kota Semarang menyampaikan bahwa proses pengusulan gelar pahlawan nasional bagi KH Sholeh Darat as-Samarani saat telah memasuki tahapan verifikasi lapangan yang dilakukan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) Kementerian Sosial.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Rabu, menegaskan bahwa bagi masyarakat Semarang, nama KH Sholeh Darat bukan sekadar catatan sejarah.
"Pengusulan beliau sebagai pahlawan nasional bukan hanya semata-mata untuk memberikan penghormatan kepada tokoh, tapi lebih dari itu, adalah sebuah ikhtiar untuk menghadirkan keteladanan yang memberi arah pada perjalanan perjuangan bangsa ini," kata Agustina.
Ia menyebut KH Sholeh Darat berjasa menerjemahkan kitab-kitab keagamaan, termasuk Al Quran, ke dalam bahasa yang mudah dipahami masyarakat sehingga ajaran agama dapat menyebar luas hingga ke seluruh Jawa Tengah.
Agustina menambahkan sejumlah murid KH Sholeh Darat, seperti KH Ahmad Dahlan, KH Hasyim Asy'ari, dan RA Kartini kelak dikenal sebagai tokoh nasional, dan jejak pemikirannya turut mengutip nama serta karya-karya sang guru.
Mantan anggota DPR RI itu menyatakan komitmennya mengawal seluruh tahapan pengusulan, mulai dari penyusunan dokumen, penguatan kajian akademik, hingga pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, sejarawan, dan tokoh masyarakat.
Baca juga: Pemkot Semarang kawal usulan K.H. Sholeh Darat jadi pahlawan nasional
Sementara itu, Abdul Muis yang mewakili TP2GP menjelaskan, berdasarkan hasil sidang TP2GP terkait proses usulan KH Sholeh Darat dinyatakan memenuhi syarat dengan sejumlah catatan penyempurnaan, yang saat ini tengah ditindaklanjuti bersama tim akademik penyusun naskah.
Ia menekankan pentingnya penguatan sumber data primer serta narasi mengenai kontribusi KH Sholeh Darat dalam membangun kesadaran kebangsaan pada masanya.
Tim TP2GP, antara lain terdiri dari Abdul Muis sebagai Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Aksesibilitas Sosial, sejarawan Universitas Diponegoro Prof Yety Rochwulaningsih, Adoniati Meyria Widaningtyas dari Dinas Sosial Jateng, serta Muhamad Agus Taufiq yang merupakan ahli waris KH Sholeh Darat.
Tim ini telah diterima langsung oleh jajaran Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kota Semarang, yang beranggotakan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, akademisi, dan sejarawan dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang.
Verifikasi lapangan berlangsung pada 14–16 Juli 2026, termasuk pertemuan dengan TP2GD Kota Semarang serta kunjungan ke sejumlah tempat bersejarah dan sarana monumental terkait KH Sholeh Darat.
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: A Rauf Andar Adipati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































