Medan (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan sebanyak 41.000 siswa SMA/SMK/SLB Negeri di Kepulauan Nias bakal menikmati sekolah gratis tahun depan.
"Kepulauan Nias jadi wilayah pertama penerima manfaat PUBG (Program Unggulan Bersekolah Gratis) yang diterapkan pada tahun ajaran 2026/2027," ucap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sumut Alexander Sinulingga kepada pers di Kota Medan, Jumat.
Alexander menjelaskan PUBG ini merupakan bagian dari Program Terbaik Hasil Cepat (PHTC) Gubernur Sumut Bobby Afif Nasution.
PHTC ini guna memastikan seluruh anak usia sekolah dapat mengakses pendidikan menengah SMA/SMK/SLB Negeri tanpa dipungut Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).
Data Disdik Sumut menyebut lima kabupaten/kota di Kepulauan Nias ada 41.876 siswa yang bakal menerima manfaat sekolah gratis dengan alokasi anggaran Rp21,484 miliar per semester.
Baca juga: Pemprov Sumut anggarkan Rp31 miliar program sekolah gratis di Nias
"PUBG hadir untuk menghapus pengutipan biaya pendidikan yang masih terjadi di SMA/SMK. Kita ingin semua pelajar mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih adil," ungkap Alexander Sinulingga.
Pihaknya menyebutkan kajian konsultan terhadap skema penerapan PUBG saat ini telah mencapai 75 persen dan melibatkan survei pada 539 sekolah di wilayah Sumut.
"Kajian ini ditargetkan akan rampung pada akhir Desember 2025 dan disusul penyusunan juknis (petunjuk tenis) serta kurikulum," kata dia.
Baca juga: Bobby janji kuliahkan kakak adik yatim piatu di Nias hingga tamat
Menurutnya, PUBG ini akan dilanjutkan ke zona lainnya di wilayah Sumut bertahap dengan rincian anggaran per semester, yakni pantai barat Rp23,461 miliar, dataran tinggi Rp58,712 miliar, dan pantai timur Rp98,763 miliar.
"Seluruh siswa SMA/SMK/SLB Negeri di Sumut ditargetkan bebas pungutan biaya pendidikan pada 2029 nanti," kata Alexander Sinulingga.
Selain itu pihaknya juga tengah menyiapkan program digitalisasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, mulai dari literasi digital hingga penerapan kurikulum coding, dan kecerdasan buatan (AI).
"Digitalisasi adalah kunci transformasi pendidikan. Kita ingin anak-anak Sumut siap menghadapi tantangan masa depan," sebut Alexander Sinulingga.
Baca juga: Komisi X minta Mendikdasmen realisasikan putusan MK soal sekolah swasta gratis
Pewarta: Muhammad Said
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































