USTR: Kesepakatan dagang RI-AS segera rampung dalam beberapa pekan

2 hours ago 1

Tokyo (ANTARA) - Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) Jamieson Greer memastikan bahwa kesepakatan dagang dengan Indonesia dapat dirampungkan dalam beberapa pekan ke depan.

Saat ditanya mengenai kesepakatan dagang baru yang akan tercapai dalam waktu dekat dalam wawancara Fox Business, Selasa, Greer berkata, "saya melihat Indonesia sebagai yang berikutnya".

Ia pun menyampaikan harapannya agar Indonesia, dengan populasinya yang melampaui 250 juta, dapat menjadi pasar yang lebih besar bagi produk-produk AS.

"Kami hampir setiap hari berdialog dengan pihak Indonesia, dan ini yang membuat kami senang," kata Greer.

Diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan tercapainya serangkaian kesepakatan dagang bilateral, termasuk dengan India dan Bangladesh, dalam beberapa hari terakhir.

Perkembangan ini terjadi menjelang putusan Mahkamah Agung AS terkait sah atau tidaknya tarif "resiprokal" yang diberlakukan pemerintahan Trump kepada hampir semua mitra dagang AS dengan dasar hukum UU darurat tahun 1970-an.

Putusan itu paling awal dapat diumumkan pada 20 Februari.

Greer mengatakan bahwa pemerintahan Trump "percaya diri" terhadap putusan Mahkamah Agung nantinya.

Namun, jika Mahkamah Agung memutuskan tarif tersebut inkonstitusional, Trump dipastikan akan mencari jalan lain untuk dapat menetapkan kebijakan tarif tinggi.

"Mungkin akan perlu waktu lebih lama, tetapi kami ... berfokus untuk memastikan keberlanjutan terkait jenis dan tingkat tarif yang perlu diberlakukan," kata pejabat itu.

Di samping membahas Indonesia, pejabat dagang AS itu juga mengatakan bahwa hubungan dagang dengan Beijing saat ini masih "stabil" menjelang kunjungan Presiden Trump ke China, April mendatang.

Ia memastikan bahwa kunjungan tersebut, di mana Presiden Trump akan bertemu Presiden China Xi Jinping, "telah dijadwalkan".

Menurut Greer, meski AS harus tetap berdagang dengan China, perdagangan yang berjalan harus "dikelola dengan cara yang akan bermanfaat bagi ekonomi maupun keamanan nasional".

Pejabat AS dan China juga berkomunikasi secara rutin dan akan melakukan dialog lebih lanjut sebelum pertemuan antara Trump dan Xi.

"Kami berupaya untuk memastikan perdagangan mengalir di sektor-sektor yang penting bagi kedua negara," kata dia.

Sumber: Kyodo

Baca juga: Mendag: Ekspor Indonesia ke AS tumbuh 16,66 persen pada 2025

Penerjemah: Nabil Ihsan
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |