Pemprov Kalteng : penanganan kebakaran Tumbang Nusa terus dilakukan

2 hours ago 3
Visibility di Palangka Raya dan sekitarnya menurun jauh dari standar biasa. Optimalisasi WB melalui satgas udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Pergerakan kepala api menjadi cukup cepat karena didukung angin kencang di lokasi

Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menyatakan penanganan kebakaran di kawasan Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau yang kembali membesar pada Minggu (30/8) malam, terus dilakukan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalimantan Tengah Ahmad Toyib di Palangka Raya, Senin, mengatakan kebakaran yang kembali membesar pada Minggu (30/8) malam merupakan lanjutan dari titik api yang sebelumnya telah menyala.

"Tumbang Nusa memang menjadi salah satu perhatian kita. Kejadian tadi malam merupakan lanjutan dari posisi api sebelumnya yang memang sudah menyala," katanya.

Ia menjelaskan upaya pemadaman pada malam hari menghadapi kendala karena keterbatasan pengerahan pasukan darat. Kondisi medan dan lokasi titik api yang berisiko membuat personel tidak dapat dipaksakan mendekati sumber api.

"Kalau pasukan darat masuk sampai mendekati titik api, itu berisiko bagi personel," jelasnya.

Selain itu, kondisi jarak pandang di Kota Palangka Raya dan sekitarnya dalam dua hari terakhir menurun cukup signifikan sehingga menghambat optimalisasi operasi pemadaman melalui jalur udara.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat operasi water bombing (WB) atau pengeboman air oleh satuan tugas udara belum dapat dilakukan secara maksimal. Terlebih, pergerakan kepala api menjadi lebih cepat akibat angin kencang di lokasi.

"Visibility di Palangka Raya dan sekitarnya menurun jauh dari standar biasa. Optimalisasi WB melalui satgas udara tidak bisa dilakukan secara maksimal. Pergerakan kepala api menjadi cukup cepat karena didukung angin kencang di lokasi," paparnya.

Dengan kondisi tersebut, pasukan darat menjadi tumpuan utama untuk mencegah api meluas. Namun, pengerahan personel juga harus mempertimbangkan faktor kelelahan setelah melakukan pemadaman sejak pagi hingga sore hari.

Untuk mengantisipasi pergerakan api pada malam hari, BPBPK Kalteng memaksimalkan kesiapsiagaan dengan menempatkan sejumlah mobil tangki dan kendaraan pemadam di sepanjang kawasan Tumbang Nusa, terutama di sekitar wilayah yang dinilai menjadi jalur pergerakan kepala api menuju jembatan.

"Pembasahan dilakukan oleh satgas darat di sekitar Tumbang Nusa," ujarnya.

Sementara itu berdasarkan data Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Karhutla Kalteng per 30 Agustus 2026 tercatat sebanyak 2.222 kejadian karhutla, dengan luasan terbakar mencapai 6.358,71 hektare. Khusus untuk Kabupaten Pulang Pisau tercatat 54 kejadian karhutla dengan luasan terbakar 378,88 hektare.

Baca juga: Delapan pemilik lahan jadi tersangka pembakaran di Pulang Pisau Kalteng

Baca juga: Dishut Kalteng perkuat penanganan karhutla melalui normalisasi kanal

Pewarta: Muhammad Arif Hidayat
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |