Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menggulirkan Program Bantuan Pemanfaatan Modul Digital untuk meningkatkan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan (tendik), yang difokuskan pada perluasan akses pelatihan bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Sumber Daya Kemdiktisaintek, Sri Suning Kusumawardani, dalam sosialisasi program yang digelar secara daring di Jakarta, Senin, memaparkan program itu merupakan kelanjutan dari pengembangan modul digital yang telah dirampungkan pada 2025.
"Kita di tahun 2025 itu sudah mengembangkan modul digital baik untuk dosen maupun tendik dan dalam kerangka penguatan pekerti dan pelatihan pekerti dan pengembangan kompetensi lainnya. Sehingga sudah dikembangkan modul digital dan tahun ini kita akan memanfaatkannya secara luas," katanya.
Sri Suning menyebut Kemdiktisaintek secara strategis menggandeng ICE (Indonesia Cyber Education) Institute untuk menyediakan platform manajemen pembelajaran (Learning Management System/LMS), guna mendistribusikan modul-modul tersebut.
Ia menegaskan prinsip utama dari program bantuan pemanfaatan modul itu adalah pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan tinggi di seluruh pelosok negeri.
"Prinsip yang menjadi dasar, nanti kita akan membuat satu program namanya program bantuan pemanfaatan modul digital peningkatan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan ini. Salah satunya adalah kita akan memberikan kebijakan afirmatif yang konkret untuk memperkecil kesenjangan mutu pendidikan tinggi," ujarnya.
Sebagai bentuk afirmasi nyata, program berskema khusus itu akan membebaskan biaya penerbitan sertifikat kelulusan bagi para peserta yang telah menyelesaikan seluruh tahapan pelatihan.
"Jadi programnya berskema khusus untuk bantuan penerbitan pemanfaatan modul digital dan penerbitan sertifikat yang memprioritaskan dosen dan tenaga kependidikan yang berasal di daerah afirmasi dan daerah 3T yang sekaligus membuka aksesibilitas pelatihan tanpa batas geografis," ucap Sri Suning.
Selain mempertimbangkan aspek kewilayahan, alokasi bantuan pembiayaan tersebut juga akan disesuaikan dengan tingkat pengelolaan sumber daya pada masing-masing perguruan tinggi serta jalur pendidikan vokasi.
Melalui program terobosan itu, Suning menyebut Kemdiktisaintek menargetkan akselerasi kesiapan dan penguatan kompetensi para dosen dalam menghadapi dinamika pendidikan modern.
Program pelatihan terstruktur tersebut juga diharapkan mampu menjadi bekal kuat bagi para akademisi dalam membangun rekam jejak keprofesiannya.
"Dan yang ketiga adalah mempercepat kesiapan dosen dalam menata perangkat ajar dan menerapkan metode pengajaran terkini serta membangun portofolio yang relevan bagi proses sertifikasi dosen." tutur Sri Suning Kusumawardani.
Baca juga: Wamen Stella ajak mahasiswa bersiap hadapi era "Green Job" Indonesia
Baca juga: Mendiktisaintek ajak kampus berkontribusi untuk kemandirian desa
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Rini Utami
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































