Pemkab Tegal: Pergerakan tanah masih bersifat dinamis

2 hours ago 2

Tegal (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Tegal, Jawa Tengah menginformasikan bahwa peristiwa tanah bergerak yang terjadi di Desa Padasari, hingga Rabu sore masih bersifat dinamis dan berdampak pada ratusan rumah warga.

Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman di Tegal, Rabu, mengatakan berdasarkan laporan terakhir, ada sekitar 250 rumah terdampak dan 804 jiwa harus mengungsi.

Baca juga: Pemprov Jateng siapkan huntara warga terdampak tanah bergerak di Tegal

"Dengan terjadinya pergerakan tanah yang masih dinamis, kami memprioritaskan keselamatan warga melalui pemantauan dan evakuasi ke titik-titik aman," katanya.

Pada rapat koordinasi yang dihadiri jajaran Forkopimda, unsur TNI dan Polri, Basarnas, BPBD, serta perangkat daerah Pemprov Jateng, dia mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status tanggap darurat bencana selama 14 hari ke depan dan mengaktifkan Posko Komando.

Selama masa tersebut, kata dia, penanganan akan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak mulai dari logistik, layanan kesehatan hingga operasional dapur umum dengan kapasitas sekitar 1.050 porsi setiap kali makan.

"Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur. Pagi ditelepon, siang sudah hadir langsung di lokasi dan memberikan bantuan Rp300 juta," katanya.

Baca juga: 82 jiwa mengungsi akibat banjir di Tegal Alur Jakbar

Baca juga: Pemprov Jateng: Ada 4 kabupaten/kota tutup objek wisata akibat bencana

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan bahwa pihaknya memastikan penanganan tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak hanya pada fase tanggap darurat saja, tetapi hingga pemulihan jangka panjang dan relokasi warga terdampak ke hunian yang layak dan aman.

Ia meminta pendataan warga yang akan direlokasi dilakukan secara detail dan berkelanjutan.

"Harus mulai didata, jangan ditinggal, jangan sampai bencana selesai, tetapi masyarakat malah keleleran," katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |