Ambon (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan kebocoran pipa gas milik PT Kalrez Petroleum Seram Ltd di Desa Fattolo guna menghindari risiko gangguan kesehatan.
Bupati SBT Fachri Husni Alkatiri di Seram Timur, Selasa, mengatakan pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dengan turun langsung ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi lapangan serta mengoordinasikan penanganan lintas sektor.
“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kami mengimbau warga agar sementara waktu menjauhi area terdampak sampai penanganan dinyatakan aman oleh pihak berwenang,” kata dia.
Dalam peninjauan tersebut ia didampingi Asisten I Sekda SBT, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Sosial, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran, Kabag Hukum, serta Kabag Protokol.
Baca juga: ESDM tanda tangani kontrak proyek pipa gas Dumai-Sei Mangkei
Ia mengaku menerima sejumlah keluhan dari para pekerja terkait status ketenagakerjaan mereka pasca-kejadian.
Dari lokasi, ia langsung melakukan panggilan video dengan Kepala Dinas Nakertrans SBT, pihak SKK Migas, serta manajemen PT Kalrez Petroleum Seram Ltd untuk menyampaikan kondisi terkini di lapangan sekaligus membahas nasib para pekerja.
“Kami meminta agar perusahaan bertanggung jawab penuh, baik dalam penanganan teknis kebocoran gas maupun perlindungan terhadap para pekerja dan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Kawasan kebocoran pipa gas milik PT Kalrez Petroleum Seram Ltd di Desa Fattolo, (ANTARA/Dedy Azis)Warga Kampung Densel, Desa Fattolo sempat dilanda kepanikan setelah gas tiba-tiba muncul dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Seram Ltd yang berada di belakang permukiman warga.
Menurut warga, sumur tersebut sudah tidak beroperasi selama beberapa bulan terakhir.
Babinkamtibmas Desa Fattolo Ipda Abdul Sukur Agoha mengatakan gas mulai terpantau sejak siang hari, namun dampaknya semakin terasa pada malam hari.
“Sekitar kemarin siang sebenarnya sudah ada, tapi dampaknya besar itu malam hari. Di sekitar sini bahkan dalam kampung sudah penuh asap dan bau menyengat,” katanya.
Ia menjelaskan kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang terbatas dan disertai bau menyengat yang memicu kepanikan warga. Sebagian masyarakat bahkan memilih mengungsi karena khawatir terhadap keselamatan mereka.
Aparat kepolisian bersama pihak terkait langsung melakukan pengamanan di lokasi dengan memasang garis polisi sekitar tengah malam setelah dilakukan pengecekan awal oleh manajemen perusahaan.
PT Kalrez Petroleum Seram Ltd merupakan perusahaan Kontrak Kerja Sama (KKS) di sektor minyak dan gas bumi yang beroperasi di Blok Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, dan mulai mengekspor minyak mentah secara perdana pada 2021.
Pemerintah daerah bersama instansi teknis terus memantau perkembangan situasi serta memastikan langkah mitigasi berjalan optimal hingga kondisi dinyatakan aman bagi masyarakat.
Baca juga: Lima unit rumah rusak akibat ledakan pipa gas PT TGI di Inhu Riau
Baca juga: Pertagas pasok gas untuk dukung operasional RDMP Balikpapan
Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































