Pemkab Kediri petakan daerah rawan bencana banjir dan longsor 

2 months ago 26

Kediri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, memetakan daerah yang rawan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor hingga pohon tumbang menyusul tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri Stefanus Djoko Sukrisno mengemukakan terdapat beberapa wilayah yang berpotensi bencana berada di lereng Gunung Wilis (2.169 meter di atas permukaan laut).

"Ada beberapa daerah seperti di Kecamatan Tarokan, Banyakan, dan Grogol cenderung berpotensi banjir. Sementara Kecamatan Mojo berpotensi terjadi longsor," katanya di Kediri, Kamis.

Ia mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan terjadinya luapan air di sejumlah daerah Kabupaten Kediri.

Banjir terjadi di Dusun Putat, Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri, pada akhir pekan lalu, menyebabkan rumah warga sempat tergenang beberapa jam.

Banjir juga terjadi di Desa Sepawon, Kecamatan Plosoklaten. Air turun dengan deras menerjang permukiman warga. Kendati langsung surut, air merusak jalan sepanjang 1,4 kilometer di daerah tersebut.

Baca juga: Pemkot Kediri siagakan satgas penanggulangan bencana hidrometeorologi

Pemkab Kediri juga telah mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi tersebut dengan pemetaan wilayah. Dengan demikian, diharapkan bisa meningkatkan kesiapsiagaan personel di lapangan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga membentuk tim siaga bencana di desa-desa utamanya di desa yang memiliki tingkat potensi bencana. Desa siaga bencana itu tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Pemerintah menargetkan dengan adanya tim siaga bencana di desa yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, mereka lebih responsif jika terjadi bencana. Desa siaga bencana dibentuk untuk melindungi masyarakat dari berbagai risiko dan ancaman bencana, dengan memanfaatkan potensi alam dan sumber daya setempat.

"Kami sudah membentuk kurang lebih 80 tim siaga bencana di desa-desa," kata Djoko.

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca akhir-akhir ini. Terlebih masyarakat yang bertempat tinggal di daerah bantaran sungai maupun mereka yang tinggal di area perbukitan. Selain banjir, juga berpotensi terjadi longsor hingga pohon tumbang.

Pewarta: Asmaul Chusna
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |