PBNU perkuat diplomasi pendidikan Islam RI lewat beasiswa peradaban

5 hours ago 2
...Pendidikan merupakan salah satu investasi terbaik untuk melahirkan pemimpin masa depan

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terus memperkuat diplomasi pendidikan Indonesia melalui program beasiswa peradaban, hasil kerja sama PBNU dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang dikelola melalui NU Scholarship (NUS).

Sebanyak enam mahasiswa internasional dari Afghanistan, Aljazair, Nigeria, Tanzania, Pakistan, dan Bangladesh resmi mengikuti orientasi penerima beasiswa peradaban di Gedung PBNU, Jakarta, Rabu, untuk memulai studi di Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Mojokerto.

Sekretaris Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PBNU Ufi Ulfiah mengatakan, beasiswa peradaban tidak hanya memberikan kesempatan belajar di Indonesia, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai keislaman NU kepada para calon pemimpin dunia.

"Kami berharap kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, bukan hanya untuk memperoleh ilmu pengetahuan, melainkan juga untuk mengenal Indonesia, memahami tradisi keislaman NU, serta kelak memperkenalkan pengalaman tersebut kepada masyarakat di negara masing-masing," kata Ufi.

Baca juga: Bagikan beasiswa santri, Dompet Dhuafa ingin berperan bangun peradaban

Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah Baznas Farid Septian menyatakan dukungan terhadap program beasiswa peradaban ini yang menjadi bagian dari komitmen Baznas dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat agar memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk di bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

"Baznas memiliki visi mengelola zakat agar memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Pendidikan merupakan salah satu investasi terbaik untuk melahirkan pemimpin masa depan. Oleh karena itu, kami mendukung berbagai program beasiswa, termasuk beasiswa peradaban dan program beasiswa bagi masyarakat Gaza melalui kerja sama dengan berbagai kementerian," kata Farid.

Ia mengemukakan, Universitas KH Abdul Chalim Mojokerto dipilih sebagai kampus tujuan karena memiliki kapasitas akademik yang memadai sekaligus lingkungan yang kuat dalam pengembangan tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah ala NU.

"Selain pendidikan, kami juga memiliki program filantropi dan riset yang dapat menjadi ruang kolaborasi bagi para mahasiswa selama menempuh studi di Indonesia," tuturnya.

Baca juga: Jepang soroti peran perguruan tinggi Islam bentuk fondasi pendidikan

Direktur NU Scholarship Muhammad Syauqillah menjelaskan, NU Scholarship terus mengembangkan berbagai skema beasiswa, mulai dari beasiswa aktivis NU, program persiapan studi luar negeri jenjang magister dan doktor, beasiswa Maroko, beasiswa peradaban, hingga program persiapan sarjana unggulan dan pelatihan kerja luar negeri.

"Beasiswa peradaban merupakan salah satu program strategis NU Scholarship. Kami ingin memperluas akses pendidikan, tidak hanya bagi kader NU, tetapi juga masyarakat yang lebih luas, termasuk mahasiswa internasional yang ingin mengenal Indonesia dan tradisi Islam moderat yang berkembang di sini," ujarnya.

Enam penerima beasiswa peradaban tahun ini berasal dari berbagai negara, yakni Ahmad Fraidon Qaderi (Afghanistan), Zakaria Nait Mohand (Aljazair), Abdulhameed Mubarak Adinoyi (Nigeria), Issa Asili Omary (Tanzania), Ibad Ali Jan (Pakistan), dan Nafisa Sikder (Bangladesh). Mereka akan menempuh pendidikan pada jenjang sarjana maupun magister di Universitas KH Abdul Chalim dengan dukungan beasiswa penuh.

Baca juga: Dubes: Potensi kerja sama pendidikan, dialog Islam RI-Rusia amat luas

Baca juga: Kemenag: Pendidikan agama Islam jadi fondasi karakter bangsa

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |