Nabire (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan pemulihan pelayanan publik di Kabupaten Puncak setelah kerusuhan yang menyebabkan 18 kantor pemerintahan dibakar, dirusak, atau dijarah.
Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dalam keterangan tertulis yang diterima di Nabire, Jumat, mengatakan pemerintah provinsi memastikan pelayanan pemerintahan di Kabupaten Puncak tetap berjalan selama proses penanganan dan pemulihan berlangsung.
"Kita tidak akan membiarkan mereka berjalan sendiri, kita akan terus bersama-sama dengan masyarakat di Ilaga. Sejumlah pimpinan OPD telah kami utus lebih dulu ke Ilaga untuk membantu penanganan pascakejadian," kata Meki saat memimpin Rapat Koordinasi Terpadu di Ilaga, Kabupaten Puncak, Jumat.
Pemprov Papua Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Puncak memprioritaskan inventarisasi kerusakan gedung, peralatan, dan dokumen sebagai dasar penyusunan rencana rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas pemerintahan.
Pemerintah juga menyiapkan fasilitas alternatif atau ruang kerja sementara agar pelayanan kepada masyarakat tetap berlangsung meskipun sejumlah kantor mengalami kerusakan.
Baca juga: Kemensos-Komnas HAM sinergi tangani pengungsi konflik Papua Tengah
Baca juga: Koops TNI Habema salurkan dua ton logistik ke Puncak Papua Tengah
Dari sisi keamanan, pemerintah daerah bersama TNI, Polri, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) melakukan langkah pemulihan keamanan dan ketertiban.
Pemerintah juga berupaya membangun kembali kepercayaan masyarakat melalui dialog dengan berbagai pihak.
Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley mengatakan persoalan di Kabupaten Puncak menjadi perhatian serius pemerintah provinsi sehingga diperlukan sinergi berbagai pihak untuk mencegah kejadian serupa.
Rapat tersebut menyepakati percepatan perbaikan dan rehabilitasi kantor pemerintahan yang terdampak serta penyelesaian persoalan penyaluran Dana Desa secara transparan dan akuntabel sesuai dengan ketentuan.
Pemerintah juga akan meningkatkan komunikasi dan dialog dengan tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat untuk mencegah kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.
Baca juga: TNI salurkan 2 ton bantuan ke distrik terdampak kekeringan di Puncak
Baca juga: Satgas ODC gunakan patroli humanis bangun rasa aman di Puncak Jaya
Kerusuhan terjadi di Ilaga, Kabupaten Puncak, pada Selasa (11/8) malam menyusul polemik penyaluran Dana Desa tahap pertama Tahun Anggaran 2026.
Polda Papua Tengah melakukan olah tempat kejadian perkara terhadap 18 kantor pemerintahan yang dibakar, dirusak, atau dijarah dalam peristiwa tersebut.
Meski sejumlah fasilitas pemerintahan terdampak, Pemerintah Kabupaten Puncak memastikan roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Rapat koordinasi tersebut dihadiri Bupati Puncak, jajaran Forkopimda, kepala distrik, kepala kampung, serta kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Puncak.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































