Otorita sebut target kawasan lindung IKN 164.000 hektare

3 hours ago 1
Luas kawasan lindung baru kisaran 30.000 hektare, target mencapai sekitar 164.000 hektare

Penajam Paser Utara (ANTARA) - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut target kawasan lindung di wilayah IKN yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, lebih kurang 164.000 hektare.

"Pembangunan IKN sesuai mandat undang-undang, 75 persen ruang hijau," ujar ‎Staf Khusus Kepala Ototita IKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik, Irjen Pol. Edgar Diponegoro, Sabtu, ketika ditanya menyangkut kawasan hijau IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara.

"Sebanyak 75 persen itu, 65 persen kawasan lindung dan 10 persen kawasan ketahanan pangan," tambahnya.

Tercatat luas wilayah ibu kota baru Indonesia itu lebih kurang 324.332 hektare, yang terdiri dari daratan sekitar 256.142 hektare dan perairan laut kisaran 68.189 hektare, dengan luas Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN sekitar 6.671 hektare.

Baca juga: Menag: Masjid Negara IKN jadi mercusuar toleransi beragama

"Luas kawasan lindung baru kisaran 30.000 hektare, target mencapai sekitar 164.000 hektare," jelasnya.

Kemudian berdasarkan data kerja sama dengan Asian Development Bank (ADB), lanjut ‎Direktur Pengembangan Pemanfaatan Kehutanan dan Sumber Daya Air Otorita IKN Onesimus Patiung, sekitar 124 ribu hektare lahan di kawasan IKN tergolong kritis dan membutuhkan rehabilitasi.

Kerusakan lahan bekas tambang menjadi kendala karena lapisan tanah subur (topsoil) kerap tidak diselamatkan, sehingga berpotensi memicu pencemaran logam berat dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

Sejumlah upaya dilakukan untuk mencapai target 64 persen kawanan lindung, dengan program menanam pohon dua pekan sekali yang dilakukan pegawai Otorita IKN, serta kolaborasi lintas sektor, termasuk perusahaan dan masyarakat.

"Konsep pembangunan hutan hujan tropis Kalimantan tetap diutamakan, bukan hutan homogen dan komposisi tanaman akan diatur," katanya.

Produksi bibit dari Persemaian Modern (Nursery Center) Mentawir di Kelurahan Mentawir Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, mencapai 15 juta bibit per tahun.

Estimasi penanaman rata-rata 650 pohon per hektare, rehabilitasi lahan kritis yang bisa dicapai sekitar 23.000 hektare per tahun, demikian Onesimus Patiung.

Baca juga: IKN beri ruang satwa liar dan bangun hutan endemik

Pewarta: Nyaman Bagus Purwaniawan
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |