Medan (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara (Sumut) menyerap 366 ton jagung pipil dari petani di daerah tersebut sepanjang Januari hingga 19 Februari 2026.
"Realisasi penyerapan jagung pipil mulai meningkat pada Februari ini," ujar Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut Budi Cahyanto di Medan, Sabtu.
Menurut Budi, peningkatan tersebut terjadi karena beberapa daerah telah memasuki masa panen, di antaranya Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Padang Lawas dan Kabupaten Batu Bara.
Namun demikian, ia mengakui penyerapan belum maksimal lantaran harga jagung di pasar relatif tinggi, yakni berkisar Rp6.700 hingga Rp7.000 per kilogram. Sementara itu, harga pembelian Bulog sebesar Rp6.400 per kilogram di tingkat petani.
Harga tersebut mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 2 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Harga Pembelian Pemerintah dan Rafaksi Gabah dan Beras yang berlaku sejak 15 Januari 2025.
Budi menambahkan potensi penyerapan juga terbuka di Kabupaten Karo, Kabupaten Dairi dan Kabupaten Pakpak Bharat yang diperkirakan memasuki masa panen pada Maret 2026.
Untuk mengoptimalkan penyerapan, Bulog Sumut terus melakukan sosialisasi dan memperkuat kerja sama dengan gabungan kelompok tani (Gapoktan), Polri, serta pemerintah daerah.
Di sisi lain, ia memastikan stok jagung untuk bantuan peternak telur melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam kondisi mencukupi.
"Saat ini, stok di gudang sebanyak 2.445 ton dan cukup untuk memenuhi kebutuhan peternak ayam petelur sekitar 1.350 ton," katanya.
Penyaluran jagung SPHP tersebut diperuntukkan bagi peternak telur di Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Langkat, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Asahan, yang merupakan sentra ayam petelur pemasok kebutuhan telur di Sumut.
Baca juga: Bulog Sumut serap 99 ton jagung pipil petani pada Januari 2026
Baca juga: Bulog Sumut serap 1.117 ton gabah petani pada Januari 2026
Baca juga: Dirut Bulog pastikan stok beras-minyak di Sumut masih kondisi aman
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































