Kupang, NTT (ANTARA) - Bank Pembangunan Daerah (BPD) Nusa Tenggara Timur merencanakan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026 dengan kuota mencapai Rp350 miliar yang difokuskan untuk mendukung pelaku UMKM serta skema khusus bagi pekerja migran.
“Penyaluran KUR Bank NTT memang beberapa waktu lalu sempat dihentikan karena adanya kredit bermasalah yang cukup besar. Namun, pada 2026 kami sudah mendapatkan kuota KUR sebesar Rp350 miliar, di mana Rp50 miliar dialokasikan untuk pekerja migran,” kata Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus di Kupang, Sabtu.
Ia menjelaskan KUR 2026 tersebut disiapkan dengan perincian Rp100 miliar untuk KUR mikro, Rp200 miliar untuk KUR kecil dan Rp50 miliar untuk KUR penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Target debitur baru KUR 2026 di NTT sekitar 3.450 orang, khusus KUR penempatan PMI menargetkan sedikitnya 1.000 debitur,” ujarnya.
Melalui KUR PMI, calon pekerja migran dapat memperoleh pembiayaan dengan bunga rendah, yakni sekitar 6 persen, dengan plafon hingga Rp100 juta.
“Pembiayaan ini diperlukan karena dalam persiapan menjadi pekerja migran, mereka harus mengikuti pelatihan, membayar biaya visa, tiket pesawat, serta biaya hidup sementara di negara tujuan,” katanya.
Ia menegaskan KUR bukan barang gratis, melainkan pinjaman yang harus dibayar kembali karena pada dasarnya merupakan dukungan akses permodalan berbunga rendah.
“Kalau saya istilahkan, KUR itu ibarat doping bagi pengusaha yang masih lemah supaya dibantu terlebih dahulu, dengan harapan suatu saat mereka meningkat menjadi pengusaha yang sudah kuat dan tidak memakai KUR lagi,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah memiliki anggaran terbatas, sehingga UMKM yang sudah kuat diharapkan tidak lagi memanfaatkan KUR, agar pembiayaan tersebut dapat diberikan kepada pelaku usaha lain yang masih membutuhkan.
“Tujuan akhir KUR adalah mempersiapkan UMKM agar mampu bersaing di pasar kredit komersial,” tegasnya.
Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berkomitmen mendorong debitur melakukan graduasi mandiri melalui pembatasan akses KUR bagi sektor perdagangan non-ekspor setelah empat kali pinjaman serta peningkatan efisiensi usaha melalui skema bunga yang kompetitif dan terukur.
Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































