Terapi seni dapat bantu anak korban bencana ekspresikan trauma

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) -

Psikolog klinis Anna Aulia mengatakan bahwa terapi bermain dan terapi lewat media seni (art therapy) dapat diandalkan untuk membantu anak-anak korban banjir di Aceh Tamiang memulihkan kondisi psikologis mereka.

“Anak jarang bilang dia trauma atau sedih. Tapi itu terlihat dari perilaku dan gambar yang mereka buat,” katanya dalam wawancara khusus dengan ANTARA TV di ANTARA Heritage Center, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2).

Menurut psikolog yang merupakan relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Aceh Tamiang​​​​​​ dari Kementerian Kesehatan itu​, anak-anak menjadi kelompok paling rentan saat bencana karena belum mampu mengekspresikan emosi secara verbal.

Baca juga: PKK Nagan Raya beri penyembuhan trauma murid SD di lokasi bencana

Baca juga: Tingkatkan semangat, Sekolah darurat Gayo Lues fokus "trauma healing"

Dalam sesi terapi seni, anak-anak diberi kebebasan menggambar. Sejumlah anak justru menggambar banjir, tenda pengungsian, hingga suasana mencekam yang mereka alami. Gambar itu menjadi pintu masuk bagi psikolog untuk memahami emosi yang terpendam.

Terapi seni dinilai efektif karena mudah diterapkan dan dapat menjangkau banyak anak sekaligus. Metode ini tidak memerlukan alat rumit, cukup kertas dan alat gambar.

"Pendekatan ini juga membantu anak menyalurkan emosi tanpa tekanan untuk bercerita secara langsung," kata Anna.

Selain memberikan pemulihan trauma bagi anak yang terindikasi mengalami gangguan lebih berat, relawan juga mengajak anak bermain dan bergerak bersama sebagai bagian dari layanan psikososial untuk membangun kembali rasa aman dan koneksi sosial.

Tenaga ahli psikolog klinis di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Bogor itu menjelaskan trauma yang tidak ditangani dapat memengaruhi emosi dan konsentrasi anak dalam jangka panjang.

"Anak bisa menjadi lebih mudah marah, sering menangis, hingga sulit fokus belajar," tambah dia.

Ia menilai pemulihan tidak bisa instan. Dukungan lingkungan dan keluarga berperan penting agar anak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.

“Yang utama adalah anak merasa aman dan tidak sendirian,” ujarnya.

Penerjunan relawan TCK sendiri merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dalam memperkuat layanan kesehatan pascabencana banjir di Aceh. Kemenkes mengerahkan TCK untuk memastikan layanan kesehatan tetap berjalan, termasuk dukungan kesehatan mental bagi masyarakat terdampak.

Baca juga: Dinkes Aceh Tamiang catat 14.143 kasus ISPA pascabanjir bandang

Baca juga: Aceh Tamiang laporkan 98 persen UMKM mulai aktif pascabencana banjir

Baca juga: Baznas Bekasi salurkan delapan sapi kepada korban banjir Aceh

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |