Jakarta (ANTARA) - Nothing dikabarkan sedang bersiap meluncurkan ponsel kelas menengah terbarunya, Nothing Phone (4a) Pro.
Dilansir dari Gizmochina pada Rabu, setelah Nothing Phone (4a) lebih dulu muncul dalam data badan sertifikasi TDRA Uni Emirat Arab, kini varian Nothing Phone (4a) Pro terungkap pada basis data sertifikasi EPREL Uni Eropa yang mengungkap detail baterai dan pengisian dayanya.
Dalam data EPREL, ponsel dengan nomor model A069P tersebut dibekali baterai berkapasitas 5.080mAh dengan dukungan pengisian cepat 50W.
Spesifikasi ini dinilai tidak banyak berubah dibanding pendahulunya yang menawarkan konfigurasi serupa. Meski demikian, perangkat tersebut memperoleh peringkat efisiensi energi “A” dari Uni Eropa.
Secara teknis, rating itu diklaim setara dengan daya tahan baterai hingga 63 jam 24 menit dalam satu siklus pengisian. Basis data tersebut juga menyebut baterai mampu mempertahankan hingga 80 persen kapasitas awal setelah sekitar 1.400 siklus pengisian.
Baca juga: Bocoran desain Samsung Galaxy A57 ungkap tampilan bodi lebih tipis
Selain itu, EPREL mengonfirmasi sertifikasi IP65 yang menunjukkan ketahanan terhadap debu dan semburan air bertekanan rendah.
Di luar Eropa, Nothing Phone (4a) Pro juga terpantau muncul dalam basis data sertifikasi BIS India dengan nomor model yang sama, menandakan ponsel tersebut berpotensi meluncur di banyak negara.
Untuk spesifikasi lain, informasi resmi masih terbatas. Namun berdasarkan rumor yang beredar, ponsel ini diperkirakan ditenagai chipset Snapdragon seri 7, dipadukan RAM 12GB dan penyimpanan internal 256GB. Dukungan eSIM juga disebut akan hadir, mengikuti generasi sebelumnya.
Dari sisi warna, Nothing Phone (4a) Pro dirumorkan tersedia dalam opsi hitam, putih, merah muda, dan biru. Dengan semakin banyaknya sertifikasi yang muncul, peluncuran resmi perangkat ini diperkirakan tidak akan lama lagi.
Baca juga: Tanggal perilisan Nothing Phone (3a) Lite terkonfirmasi
Baca juga: Bocoran harga dan tanggal rilis Nothing Phone (3a) Lite
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Indriani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































