Menteri PU memaparkan arah baru infrastruktur di Unair Surabaya

2 months ago 25

Surabaya (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memaparkan arah baru pembangunan infrastruktur dalam studium generale Dies Natalis ke-71 Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, di kampus setempat, Jawa Timur, Jumat.

“Infrastruktur bukan hanya struktur beton, tetapi tanda harapan bangsa,” ujar Dody Hanggodo.

Pada pemaparannya, ia menegaskan bahwa ketahanan nasional tidak hanya bergantung pada kekuatan militer atau ekonomi, tetapi juga pada ketersediaan pangan, energi, serta pemerataan pembangunan antardaerah.

Prinsip itu, katanya lagi, sejalan dengan amanat sila kelima Pancasila dan arah pembangunan nasional dalam Astacita.

Ia menekankan pentingnya membangun infrastruktur sebagai instrumen pembangunan berbasis moral dengan memastikan akses, kesetaraan, dan kesempatan ekonomi bagi seluruh masyarakat.

Dody menyebut Kementerian PU memimpin sektor infrastruktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing nasional.

Ia juga memaparkan arah baru kementeriannya yang berorientasi pada pemerataan infrastruktur hingga daerah-daerah.

Empat lingkup kerja utama—sumber daya air, bina marga, cipta karya, dan prasarana strategis—telah mulai dijalankan pada 2025 agar pembangunan tidak terkonsentrasi di kota besar.

“Kementerian Pekerjaan Umum akan terus menjaga arah pembangunannya serta infrastruktur untuk alat pemersatu bangsa. Pembangunan infrastruktur tidak hanya berhenti pada bangunan itu sendiri, tapi untuk kolaborasi bangsa Indonesia,” ujarnya pula.

Dody menegaskan pentingnya peran akademisi dalam menjaga kualitas pembangunan nasional.

Menurut dia, perguruan tinggi berperan memastikan kebijakan infrastruktur berjalan sesuai prinsip moral dan kebutuhan masyarakat, sementara kajian ilmiah menjadi landasan agar pembangunan tetap relevan.

“Peran akademisi sangat besar, karena pembangunan tidak boleh kehilangan moralnya dan harus terus dijaga kualitasnya agar tetap up to date,” ujarnya lagi.

Melalui studium generale ini, ia menyatakan bahwa ketahanan bangsa bertumpu pada infrastruktur merata dan berorientasi jangka panjang serta berharap seluruh pembangunan menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Ketika kita membangun infrastruktur, kita sebenarnya sedang membangun sebuah peradaban. Semoga semua yang kita kerjakan menjadi amal bagi kita semua,” katanya pula.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |