Kairo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdelatty dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengadakan konsultasi pada Minggu (16/11), dengan fokus pada rancangan resolusi yang didukung AS mengenai pengaturan keamanan di Jalur Gaza.
Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Mesir, dalam percakapan telepon antara keduanya, Abdelatty menggarisbawahi perlunya keputusan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk secara tegas menetapkan gencatan senjata dan mewujudkan lingkungan yang kondusif untuk mencapai perdamaian yang adil dan komprehensif.
Abdelatty menekankan pentingnya melanjutkan implementasi sepenuhnya dari rencana gencatan senjata di Gaza yang dikemukakan September lalu. Dia menggambarkan rencana gencatan senjata tersebut sebagai peta jalan praktis menuju penentuan nasib sendiri dan status kenegaraan bagi Palestina.
Menlu Mesir itu juga merinci persiapan yang saat ini sedang dilakukan untuk menyelenggarakan konferensi internasional tentang pemulihan dini dan rekonstruksi Gaza.
Sementara itu, Kemenlu Rusia mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa selama panggilan telepon tersebut, Lavrov dan Abdelatty membahas rancangan resolusi AS tentang Gaza dan proposal terkait yang diusulkan Rusia.
Kedua belah pihak membahas perdebatan yang sedang berlangsung di Dewan Keamanan PBB tentang rancangan resolusi AS mengenai Gaza dan proposal terkait yang diusulkan Rusia.
Pernyataan itu juga menambahkan bahwa pandangan yang sama ditunjukkan mengenai pentingnya penyelesaian jangka panjang atas masalah Palestina berdasarkan kerangka hukum internasional yang telah diketahui dengan baik.
Menurut pernyataan tersebut, kedua menteri juga membahas hubungan bilateral dan program nuklir Iran.
AS sedang mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadopsi resolusi yang menyambut baik pembentukan Dewan Perdamaian, sebuah badan pengatur transisi untuk Gaza, yang akan diketuai oleh Presiden AS Donald Trump.
Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































