Megawati bahas kerja sama riset dengan Putra Mahkota Abu Dhabi

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Presiden Ke-5 RI yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri membahas berbagai peluang kerja sama strategis, khususnya di bidang riset dan teknologi pengolahan air dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Pembahasan itu dilakukan dalam pertemuan di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan (Palace of the Nation), Abu Dhabi, Rabu waktu setempat.

Megawati mengungkapkan bahwa ini merupakan pertemuan keduanya dengan Pangeran Sheikh Khaled.

Pertemuan pertama terjadi saat Megawati diundang dalam pertemuan khusus dengan keluarga pendiri Uni Emirat Arab dan penguasa Abu Dhabi tersebut.

Ketertarikan Putra Mahkota UEA terhadap Indonesia, khususnya di bidang riset, menjadi pemantik diskusi yang lebih mendalam kali ini.

"Karena waktu yang pertama itu beliau menanyakan Indonesia itu bagaimana. Dan tadi ditanyakan kembali, beliau ternyata (mengingat) dari pembicaraan yang pertama, saya menceritakan kalau saya memegang BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)," kata Megawati dalam keterangan tertulis yang diterima ANTARA di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Megawati bertemu Pangeran Sheikh Khaled UEA sore ini

Ketua Dewan Pengarah BRIN itu menjelaskan bahwa Pangeran Sheikh Khaled menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk memperdalam kerja sama riset antara UEA dan Indonesia.

Merespons hal tersebut, Megawati memaparkan cakupan luas riset yang dikelola BRIN.

"Saya harus menceritakan bahwa di BRIN itu ada 12 bagian, ada masalah pangan, flora fauna, dan lain sebagainya. Sehingga tentunya bisa kemungkinan menjadi sebuah pemikiran dari beliau kalau mau mengadakan kerja sama itu di dalam bidang-bidang apa saja," jelas Megawati.

Selain membahas potensi riset di bawah payung BRIN, Megawati juga menyoroti kemajuan teknologi Uni Emirat Arab dalam mengelola sumber daya air di tengah kondisi geografis gurun pasir.

Putri Proklamator RI Bung Karno ini mengaku kagum dengan keberadaan air mancur dan tata kelola air di Abu Dhabi.

"Kalau saya menanyakan kepada beliau, di sini ternyata kalau kita lihat kan ini tadinya gurun pasir, tapi kok bisa ada air mancur dan lain sebagainya," kata Megawati.

Baca juga: Megawati di Abu Dhabi: Pancasila-Trisakti kompas persaudaraan manusia

Megawati lantas mengetahui bahwa UEA telah berhasil menerapkan teknologi desalinasi air laut secara masif. Teknologi inilah yang dilirik Megawati untuk dipelajari lebih lanjut bagi kepentingan Indonesia.

"Rupanya di sini sudah dilakukan pengolahan dari desalinasi air laut. Nah, mungkin kemungkinan itulah yang akan kami bahas lebih dalam," tambah Megawati.

Meski membahas topik-topik serius mulai dari politik hingga riset teknologi, suasana pertemuan digambarkan oleh Megawati sangat cair dan bersahabat.

Megawati bahkan tidak menyadari bahwa diskusinya dengan Pangeran Sheikh Khaled telah berlangsung selama satu jam karena antusiasme Putra Mahkota dalam bertanya.

"Tadi saya tanya (staf), soalnya enggak lihat jam. Ternyata satu jam. Saya pikir kayaknya cepat banget. Ya karena beliau banyak bertanya, saya jadi banyak menjawab," tuturnya.

Megawati pun menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya atas sambutan hangat tersebut.

Megawati berharap hubungan sejarah panjang antara Indonesia dan Uni Emirat Arab dapat semakin erat melalui kerja sama konkret di masa depan.

"Sangat bersahabat sekali. Saya tentunya sangat bangga dan berterima kasih. Sebagai anak bangsa, Indonesia dengan Uni Emirat Arab ini kan sudah dari dulu punya hubungan. Mudah-mudahan ini pun akan lebih membahas dan lebih dalam," tutur Megawati.

Baca juga: Megawati duduk bersebelahan dengan Ramos Horta di Zayed Award

Baca juga: Kedatangan Megawati di UEA disambut Menteri Negara UEA

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |