Maluku kampanye peran keluarga hindarkan anak dari "childgrooming"

1 week ago 17

Ambon (ANTARA) - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Maluku mengampanyekan penguatan peran keluarga sebagai benteng utama dalam melindungi anak dari bahaya child grooming.

Kepala Perwakilan BKKBN Maluku dr. Mauliwaty Bulo di Ambon, Minggu, mengatakan child grooming merupakan bentuk kekerasan seksual terhadap anak yang diawali dengan manipulasi emosional, pendekatan halus, serta pemberian perhatian berlebih untuk membangun kepercayaan dan ketergantungan korban.

Child grooming sering tidak disadari karena tidak selalu diawali dengan kekerasan fisik. Pelaku membangun kedekatan emosional terlebih dahulu, bahkan dibungkus dengan perhatian dan kasih sayang. Di sinilah peran keluarga menjadi sangat krusial,” kata dia.

Ia menjelaskan, keluarga harus menjadi ruang aman secara emosional dan psikologis agar anak merasa didengar, dipercaya, dan berani bercerita tanpa takut disalahkan atau dimarahi. Kondisi tersebut akan membantu orang tua mendeteksi lebih dini perubahan perilaku anak yang berpotensi menjadi tanda terjadinya child grooming.

Baca juga: Anggota DPR desak perbaiki sistem perlindungan cegah "child grooming"

Menurut dia, BKKBN Maluku secara aktif melakukan edukasi melalui media sosial dan kampanye publik untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tahapan child grooming, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahannya, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

“Orang tua perlu membangun komunikasi terbuka dengan anak, mengajarkan batasan tubuh dan privasi sejak dini, serta mendampingi penggunaan gawai dan media sosial. Literasi digital dan edukasi kesehatan reproduksi juga sangat penting untuk memperkuat perlindungan anak,” ujarnya.

Ia menambahkan, dampak child grooming tidak hanya bersifat psikologis seperti trauma, kecemasan, dan rendah diri, tetapi juga berdampak sosial, pendidikan, hingga kesehatan reproduksi anak, termasuk risiko kekerasan seksual dan kehamilan yang tidak direncanakan.

BKKBN Maluku berharap kampanye ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dan masyarakat bahwa pencegahan child grooming harus dimulai dari keluarga sebagai benteng pertama perlindungan anak.

Baca juga: Anggota DPR minta Polri gencarkan patroli siber atasi "child grooming"

“Keluarga yang hangat, terbuka, dan saling percaya adalah kunci utama untuk mencegah anak menjadi korban child grooming,” kata Mauliwaty.

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |