LPDB salurkan dana bergulir Rp1,07 triliun pada semester I 2026

5 hours ago 1
realisasi penyaluran sepanjang Januari-Juni 2026 tersebut terdiri atas Rp313,6 miliar untuk pembiayaan simpan pinjam dan Rp760,1 miliar untuk pembiayaan sektor riil

Jakarta (ANTARA) - Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi telah menyalurkan dana bergulir sebesar Rp1,07 triliun pada semester I 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat akses pembiayaan bagi koperasi dan usaha produktif di berbagai sektor.

Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto dalam siaran pers di Jakarta, Rabu, mengatakan realisasi penyaluran sepanjang Januari-Juni 2026 tersebut terdiri atas Rp313,6 miliar untuk pembiayaan simpan pinjam dan Rp760,1 miliar untuk pembiayaan sektor riil.

LPDB Koperasi menargetkan penyaluran dana bergulir sebesar Rp2,1 triliun sepanjang 2026.

Ia menambahkan hingga 30 Juni 2026 total dana bergulir yang telah disalurkan LPDB Koperasi sejak berdiri pada 2008 mencapai Rp22,4 triliun, terdiri atas Rp17,4 triliun untuk pembiayaan simpan pinjam dan Rp5 triliun untuk pembiayaan sektor riil.

Sejalan dengan upaya memperluas pembiayaan, LPDB Koperasi juga memperkuat pendampingan bagi koperasi sektor pertanian, termasuk koperasi petani tebu yang didorong pemerintah untuk mendukung kemandirian industri gula nasional.

Menurut Krisdianto, koperasi petani tebu memiliki peran strategis dalam memperkuat perekonomian masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis agribisnis.

Untuk itu, LPDB tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra strategis dalam penguatan kelembagaan koperasi melalui pendampingan usaha dan peningkatan kapasitas pengurus.

Baca juga: LPDB Koperasi perkuat tata kelola pembiayaan syariah

Baca juga: LPDB Koperasi: Koperasi kredit berperan perkuat ekosistem KDKMP

"Sebagai lembaga pengelola dana bergulir, LPDB Koperasi berkomitmen mendukung koperasi sektor pertanian tebu melalui pembiayaan yang mudah diakses, pendampingan usaha, dan peningkatan kapasitas kelembagaan sehingga koperasi menjadi semakin profesional, produktif dan berdaya saing," kata Krisdianto.

Komitmen tersebut diwujudkan antara lain melalui penyelenggaraan sosialisasi dan bimbingan teknis dana bergulir koperasi yang dirangkaikan dengan Rembuk Petani Tebu Rakyat dalam Penguatan Ekosistem Industri Gula di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (14/7).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan LPDB sebagai badan layanan umum (BLU) di bawah Kementerian Koperasi akan terus mendukung transformasi koperasi petani tebu melalui pembiayaan, inkubasi, pendampingan dan penguatan tata kelola.

Forum yang diikuti sekitar 100 peserta dari 50 koperasi petani tebu di Jawa Tengah, Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Barat itu merupakan bagian dari upaya membangun koperasi petani tebu yang lebih profesional, produktif dan berdaya saing.

Menurut Ferry, hasil panen tebu yang dihimpun koperasi nantinya akan diserap oleh PT PG Rajawali I, anak usaha BUMN pangan ID FOOD, sehingga petani memperoleh kepastian pasar dan harga. Setelah diolah menjadi gula konsumsi, produk tersebut diharapkan dapat dipasarkan melalui gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Baca juga: LPDB Koperasi terus proses pembiayaan Kopdes Merah Putih

Baca juga: LPDB dorong skema pembiayaan bersama, perkuat koperasi merah putih

Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |