Lirik lagu Indonesia Raya dan sejarah terciptanya

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Lagu kebangsaan "Indonesia Raya" menjadi salah satu simbol perjuangan dan persatuan bangsa Indonesia. Lagu ciptaan Wage Rudolf Soepratman itu pertama kali diperdengarkan di hadapan publik pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928.

Saat pertama kali diperkenalkan, "Indonesia Raya" belum berstatus sebagai lagu kebangsaan seperti sekarang. Lagu tersebut menjadi bagian dari semangat pergerakan nasional dan perjuangan untuk menyatukan bangsa Indonesia.

Baca juga: Fatin luncurkan lagu "Tidur Siang" pada hari ulang tahun

Lirik lagu Indonesia Raya

"Indonesia Raya" versi asli terdiri atas tiga stanza. Ketiganya memuat pesan mengenai tanah air, persatuan, kecintaan terhadap bangsa, serta cita-cita Indonesia.

Stanza I

Indonesia tanah airku,
Tanah tumpah darahku,
Di sanalah aku berdiri,
Jadi pandu ibuku.

Indonesia kebangsaanku,
Bangsa dan tanah airku,
Marilah kita berseru,
Indonesia bersatu.

Hiduplah tanahku,
Hiduplah neg'riku,
Bangsaku, rakyatku, semuanya,
Bangunlah jiwanya,
Bangunlah badannya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, negriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Baca juga: Ungu adopsi konsep MV lamanya di MV "Utara-Selatan"

Stanza II

Indonesia, tanah yang mulia,
Tanah kita yang kaya,
Di sanalah aku berdiri,
Untuk s'lama-lamanya.

Indonesia, tanah pusaka,
P'saka kita semuanya,
Marilah kita mendoa,
Indonesia bahagia.

Suburlah tanahnya,
Suburlah jiwanya,
Bangsanya, rakyatnya, semuanya,
Sadarlah hatinya,
Sadarlah budinya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, negriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya
.

Baca juga: Pasha Ungu salut Jakarta banyak ruang urban representasif anak muda

Stanza III

Indonesia, tanah yang suci,
Tanah kita yang sakti,
Di sanalah aku berdiri,
M'njaga ibu sejati.

Indonesia, tanah berseri,
Tanah yang aku sayangi,
Marilah kita berjanji,
Indonesia abadi.

Slamatlah rakyatnya,
Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya, semuanya,
Majulah negrinya,
Majulah pandunya,
Untuk Indonesia Raya.

Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Tanahku, negriku yang kucinta!
Indonesia Raya,
Merdeka, merdeka,
Hiduplah Indonesia Raya.

Baca juga: Korsel izinkan hak cipta untuk lagu yang dibuat dengan bantuan AI

Sejarah pembuatan Indonesia Raya

Wage Rudolf Soepratman atau W.R. Soepratman merupakan pencipta lagu "Indonesia Raya". Ia dikenal sebagai komponis sekaligus tokoh pergerakan nasional yang turut menggunakan musik sebagai sarana membangkitkan semangat kebangsaan.

"Indonesia Raya" pertama kali diperdengarkan di hadapan publik pada Kongres Pemuda II di Batavia, 28 Oktober 1928. Soepratman memainkan lagu tersebut menggunakan biola. Peristiwa itu kemudian menjadi salah satu momentum penting dalam sejarah pergerakan nasional Indonesia.

Pada masa tersebut, situasi politik di bawah pemerintahan kolonial membuat penyebaran lagu bernuansa kebangsaan mendapat perhatian. Karena itu, penyampaian lagu "Indonesia Raya" pada Kongres Pemuda II menjadi momen penting dalam memperkuat gagasan persatuan Indonesia.

Indonesia Raya memiliki tiga stanza

Selama ini, masyarakat lebih sering mendengar dan menyanyikan stanza pertama "Indonesia Raya". Padahal, versi asli lagu tersebut terdiri atas tiga stanza.

Ketiga stanza memiliki tema yang saling berkaitan. Stanza pertama menekankan persatuan dan kecintaan terhadap tanah air, stanza kedua menggambarkan harapan terhadap tanah air yang bahagia dan makmur, sedangkan stanza ketiga berisi tekad menjaga Indonesia serta harapan terhadap kemajuan bangsa.

Menjadi lagu kebangsaan Indonesia

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, "Indonesia Raya" memiliki kedudukan sebagai lagu kebangsaan Indonesia.

Kedudukannya kemudian diatur secara resmi dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Aturan tersebut juga memuat ketentuan mengenai penggunaan dan tata cara menyanyikan lagu kebangsaan.

Dengan sejarah panjang tersebut, "Indonesia Raya" bukan sekadar lagu yang dinyanyikan dalam upacara. Karya W.R. Soepratman tersebut menjadi bagian dari perjalanan perjuangan bangsa sekaligus simbol persatuan dan identitas Indonesia.

Baca juga: 10 lagu perjuangan untuk HUT Kemerdekaan RI, wajib diputar

Baca juga: W.R. Soepratman dan lagu yang tiba sebelum negara

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |