Laris manis hingga Jawa, industri kopi tradisional Aceh Besar mampu olah 200 kg robusta per hari

1 hour ago 3
  • Rabu, 26 Agustus 2026 10:59 WIB

Pekerja mendinginkan biji kopi robusta setelah proses penyangraian di salah satu tempat produksi kopi tradisional Desa Lueng Ie, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/8/2026). Pelaku usaha mengaku dalam sehari mampu memproduksi dan mengolah biji kopi robusta secara manual atau tradisional sebanyak 200 kg yang kemudian dikirim ke berbagai daerah dan Provinsi di Aceh, Sumatera Utara dan Pulau Jawa dengan harga jual berkisar Rp90.000 hingga Rp160.000 per kg tergantung kualitas biji dan bubuk kopi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/agr

Pekerja menyelesaikan proses penyangraian kopi robusta di salah satu tempat produksi kopi tradisional Desa Lueng Ie, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/8/2026). Pelaku usaha mengaku dalam sehari mampu memproduksi dan mengolah biji kopi robusta secara manual atau tradisional sebanyak 200 kg yang kemudian dikirim ke berbagai daerah dan Provinsi di Aceh, Sumatera Utara dan Pulau Jawa dengan harga jual berkisar Rp90.000 hingga Rp160.000 per kg tergantung kualitas biji dan bubuk kopi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/agr

Pekerja menghaluskan biji kopi robusta setelah proses pengolahan di salah satu tempat produksi kopi tradisional Desa Lueng Ie, Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Aceh, Rabu (26/8/2026). Pelaku usaha mengaku dalam sehari mampu memproduksi dan mengolah biji kopi robusta secara manual atau tradisional sebanyak 200 kg yang kemudian dikirim ke berbagai daerah dan Provinsi di Aceh, Sumatera Utara dan Pulau Jawa dengan harga jual berkisar Rp90.000 hingga Rp160.000 per kg tergantung kualitas biji dan bubuk kopi. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas/agr

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |