Kabupaten Sigi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu meningkatkan pengawasan dan keamanan di lingkungan blok hunian warga binaan sebagai bentuk tindak lanjut atas evaluasi dan monitoring berkala dari Kanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu Yoesiana mengatakan salah satu langkah bentuk pengawasan dengan melakukan penggeledahan gabungan yang melibatkan aparat penegak hukum (APH) di daerah tersebut.
"Kami mengapresiasi kantor wilayah yang selalu memberikan evaluasi dan monitoringnya untuk Lapas Perempuan Palu ini sehingga menjadi acuan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas," kata Yoesiana di Dolo, Sigi, Kamis.
Ia menyebutkan pentingnya dilakukan pengawasan berjenjang dan pemantauan rutin dari Kanwil Ditjenpas menjadi dasar bagi petugas pengamanan untuk mendeteksi dini potensi gangguan keamanan, serta memastikan seluruh prosedur operasional standar (SOP) berjalan optimal.
"Tentu pihaknya juga memastikan kesiapsiagaan seluruh jajaran petugas pengamanan dan staf Lapas Perempuan Palu yang konsisten menjaga integritas dalam menjalankan tugas operasional sehari-hari," katanya.
Menurut dia, kolaborasi dan sinergi lintas sektor antara pimpinan wilayah, aparat penegak hukum seperti TNI dan Polri, dan internal petugas lapas menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif.
"Harapannya melalui evaluasi berkelanjutan dan pengawasan ketat di lapangan, Lapas Perempuan Palu berkomitmen memastikan lingkungan blok hunian tetap steril dari barang-barang terlarang serta terbebas dari potensi pelanggaran aturan," ucapnya.
Yoesiana menyebutkan saat ini jumlah warga binaan di Lapas Perempuan Kelas III Palu mencapai 214 orang serta lima anak di bawah lima tahun (balita).
"Untuk lima balita ini mendampingi ibunya dan warga binaan seluruhnya dipastikan dalam kondisi sehat serta aman," ujarnya.
Pewarta: Moh Salam
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































