KPK OTT Bupati Pati-Wali Kota Madiun, Istana: Korupsi harus diperangi

2 weeks ago 14
Tentunya kami prihatin kembali terjadi operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh kepala daerah, itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini menjadi sesuatu yang pekerjaan rumah yang harus bersama-sama kita perangi

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Pati Sudewo dan Wali Kota Madiun Maidi menunjukkan korupsi merupakan pekerjaan rumah yang harus terus diperangi.

"Tentunya kami prihatin kembali terjadi operasi tangkap tangan yang dilakukan oleh kepala daerah, itu membuktikan bahwa betul-betul masalah korupsi ini menjadi sesuatu yang pekerjaan rumah yang harus bersama-sama kita perangi," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah berulang kali mengingatkan dalam berbagai forum tentang pentingnya komitmen bersama dalam memerangi praktik rasuah.

"Berkali-kali dalam berbagai forum, Bapak Presiden terus mengingatkan hal tersebut," ucap Prasetyo.

Diketahui, KPK pada Senin (19/1) mengonfirmasi melakukan tangkap tangan terhadap Wali Kota Madiun Maidi bersama 14 orang lainnya.

Pada tanggal yang sama, KPK juga mengonfirmasi OTT di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan menangkap Bupati Pati Sudewo.

Pada Selasa, KPK menetapkan Wali Kota Madiun Maidi (MD) sebagai salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dengan modus imbalan proyek dan dana CSR serta penerimaan lainnya atau gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur.

KPK juga menetapkan Bupati Pati Sudewo (SDW) sebagai salah satu tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemerasan dalam pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Baca juga: Satgas PKH kuasai kembali 4,09 juta hektare lahan hutan dalam setahun

Baca juga: Presiden Prabowo cabut izin 28 perusahaan pelanggar kawasan hutan

Pewarta: Fathur Rochman/Maria Cicilia Galuh
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |