Korban tewas dalam kebakaran di Pakistan bertambah jadi 21 orang

2 weeks ago 13

Islamabad (ANTARA) - Sedikitnya 21 orang dinyatakan tewas dalam kebakaran besar di sebuah pusat perbelanjaan di Karachi, ibu kota Provinsi Sindh di Pakistan selatan, kata otoritas setempat pada Senin (19/1).

Seorang juru bicara dari Rescue 1122, dinas pencarian dan penyelamatan yang dikelola negara, mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan daerah perkotaan secara besar-besaran di gedung Gul Plaza, yang rusak parah akibat kebakaran, masih terus berlanjut. Dikhawatirkan jumlah korban akan bertambah mengingat struktur bangunan masih tidak stabil dan sebagian besar bangunan telah runtuh.

Kobaran api muncul pada Sabtu (17/1) malam waktu setempat di Gul Plaza, sebuah pusat perbelanjaan bertingkat yang berlokasi di Jalan MA Jinnah, yang memiliki lebih dari 1.200 toko. Kebakaran tersebut baru dapat dikendalikan pada Minggu (18/1) setelah upaya pemadaman yang berlangsung lebih dari 24 jam.

Syed Murad Ali Shah, kepala pemerintahan Provinsi Sindh, mengatakan lebih dari 65 orang yang dilaporkan mengunjungi pusat perbelanjaan tersebut masih belum ditemukan

"Kami semua berduka. Kami semua turut merasakan kesedihan mereka," kata Shah, merujuk pada keluarga para korban.

Shah mengatakan pemerintah provinsi itu akan memberikan kompensasi sebesar 10 juta rupee Pakistan (1 rupee Pakistan = Rp60,8) atau sekitar 36.000 dolar AS (1 dolar AS = Rp16.935) kepada keluarga masing-masing korban.

Dinas penyelamatan mengatakan tim pemadam kebakaran khusus terus melakukan operasi pendinginan untuk memastikan lingkungan kerja yang aman, sementara alat berat digunakan secara terkontrol untuk membersihkan puing-puing dan membuka jalur akses, kata tim penyelamatan.

Menurut Rescue 1122, beberapa jenazah ditemukan dalam kondisi hangus parah atau hanya bagian-bagian tubuh akibat panas yang sangat tinggi dan terpapar api dalam waktu lama, membuat proses identifikasi segera menjadi sulit. Prosedur teknis dan forensik akan digunakan untuk menentukan identitas mereka.

Penyebab kebakaran masih diselidiki, meskipun polisi sebelumnya mengatakan kebakaran tersebut diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |