KLH dukung pembangunan PSEL di aglomerasi Manado, Tegal dan Pekalongan

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq mendukung percepatan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di sejumlah aglomerasi di Sulawesi Utara dan Jawa Tengah.

Hanif dalam dua kesempatan yang berbeda di Kantor KLH Jakarta, Senin, menyaksikan penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Sulawesi Utara dengan kabupaten/kota masing-masing untuk pembangunan PSEL Manado Raya, Pekalongan Raya dan Tegal Raya.

"Dengan demikian maka jumlah aglomerasi total yang kita sampaikan ke Danantara sejumlah 35 aglomerasi termasuk yang terakhir yaitu Tegal Raya dan Pekalongan Raya," kata Menteri LH/Kepala BPLH Hanif Faisol Nurofiq.

Dia menyebut bahwa dengan penandatanganan PKS pada hari ini, maka tersisa dua lokasi di Jakarta yang menunggu proses lanjutan untuk tahap awal dari rangkaian pembangunan PSEL.

Secara khusus dia menyoroti bahwa selain Pekalongan Raya dan Tegal Raya, sebelumnya sudah ditandatangani PKS untuk pembangunan Semarang Raya di wilayah Jawa Tengah.

Langkah pembangunan PSEL di Jawa Tengah dilakukan mengingat sebagian besar tempat pemrosesan akhir (TPA) di wilayah itu dalam kondisi penuh karena dikelola dengan penimbunan terbuka atau open dumping.

Baca juga: Menteri LH dorong Gerakan Indonesia Asri jadi rutinitas setiap pekan

Sementara itu, di wilayah Sulawesi Utara dari 15 kota/kabupaten, baru empat daerah yang sudah mengubah TPA dari sistem open dumping menjadi controlled landfill.

Tidak hanya lewat PSEL, secara khusus Hanif meminta pemerintah daerah untuk mulai menggalakkan upaya pemilahan sampah dari rumah tangga. Sehingga sampah yang berakhir di TPA hanyalah residu dan sampah organik bisa diselesaikan di tingkat paling awal tanpa tercampur dengan sampah anorganik.

"Karena itu akan mengurangi sampah hampir 40-50 persen. Jadi komposisi sampah (organik) kita itu secara nasional dan rata-rata kabupaten/kota itu 40-50 persen," katanya.

Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) resmi membentuk PT Daya Energi Bersih Nusantara atau Denera pada 1 April 2026 yang akan fokus mengerjakan proyek Waste to Energy (WtE) atau PSEL.

Baca juga: Menteri LH tekan pemilahan sampah dari hulu dukung PSEL di Kota Jambi

Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |