Kemdiktisaintek dorong penguatan mahasiswa lewat Pendidikan Berdampak

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan mendorong penguatan peran mahasiswa melalui Program Pendidikan Berdampak.

Hal tersebut mengemuka dalam penutupan Kongres ke-V Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Banten Bersatu yang mengusung tema “Pendidikan Berdampak untuk Indonesia Maju” di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Serang, Minggu (12/4).

Wamendiktisaintek melalui keterangan di Jakarta, Senin menegaskan bahwa forum mahasiswa seperti kongres ini sangat penting untuk berkolaborasi, membangun kepemimpinan, dan memperkuat kapasitas generasi muda.

"Forum seperti ini sangat strategis dalam berorganisasi. Bukan sekadar ritual, tetapi memiliki makna konsolidasi yang sangat besar bagi lahirnya pemimpin masa depan," kata Wamen Fauzan.

Lebih lanjut Wamen Fauzan menyorot peran mahasiswa sebagai agen perubahan menjadi semakin strategis dalam mengawal demokrasi, keadilan sosial, serta pembangunan daerah. Dalam konteks transformasi pendidikan tinggi, mahasiswa dituntut mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Wamendiktisaintek minta pemuda ubah mindset guna tingkatkan daya saing

Fauzan menekankan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa dalam menghadapi tantangan global, terutama dalam konteks momentum bonus demografi di Indonesia yang diperkirakan mencapai puncak pada tahun 2030, di mana populasi usia produktif mendominasi.

"Selain keberhasilan akademik, mahasiswa dinilai harus memiliki kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan kesiapan menghadapi realitas dunia nyata," ujar Wamendiktisaintek Fauzan.

Sementara, Direktur UPI Kampus Serang, Supriadi menyampaikan pentingnya peran kampus dalam membina dan mendukung pengembangan mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.

Adapun perwakilan mahasiswa sekaligus Koordinator Pusat BEM Banten Bersatu, Bagas Yulianto menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menjembatani aspirasi masyarakat, khususnya di daerah.

Menurutnya, gerakan mahasiswa harus bergerak melampaui wacana dan menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan daerah melalui pendidikan yang berdampak.

"Kita harus mampu membawa gagasan dan solusi, termasuk memastikan persoalan di masyarakat, seperti di pelosok desa, dapat tersampaikan kepada pemerintah daerah maupun pusat," ucap Bagas Yulianto.

Baca juga: Mendiktisaintek: Tendik berperan krusial wujudkan kampus berkualitas

Baca juga: Wamendiktisaintek minta kampus bertransformasi agar lebih berdampak

Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |