Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial mencatat sekitar 25 ribu keluarga penerima manfaat (KPM) baru yang disiapkan masuk dalam daftar penyaluran bantuan sosial (bansos) Triwulan II tahun 2026 sebagaimana hasil pemutakhiran data terbaru.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf selepas pertemuan dengan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Senin, mengatakan bahwa penambahan tersebut merupakan bagian dari hasil pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) volume dua yang dilakukan tim BPS.
Menurut dia, dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki desil atau perangkingan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), sebanyak 27.176 keluarga telah terklasifikasi melalui proses verifikasi lapangan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 25.665 keluarga masuk dalam kelompok desil 1 - 4 dan berpotensi menjadi penerima bansos, sedangkan 1.511 keluarga lainnya masuk kategori desil lima hingga 10 atau tidak layak menerima bantuan.
"Pembaruan data dilakukan secara berkala untuk meningkatkan akurasi dan memastikan bansos tepat sasaran," kata dia.
Baca juga: Mensos puji komitmen Trenggalek soal data sosial
Mensos menegaskan data penerima bansos bersifat dinamis, sehingga memungkinkan adanya perubahan baik penambahan maupun pengurangan penerima.
Selain penambahan penerima baru pihaknya juga
mencatat adanya 11.014 KPM yang dikeluarkan dari daftar penerima bansos karena tergolong inclusion error atau berada di luar kelompok sasaran.
Sebagai bentuk tranparansi penyaluran bansos, Saifullah memastikan kementeriannya membuka kanal pengaduan bagi masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan terkait status penerima bansos, dengan menyertakan bukti pendukung.
Pemutakhiran DTSEN juga telah diintegrasikan dengan data kependudukan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil guna memperkuat validitas data.
"Melalui langkah ini, Kemensos memastikan penyaluran bansos Triwulan II tahun 2026 lebih akurat, transparan, dan tepat sasaran," cetusnya.
Baca juga: Mensos umumkan pemecatan satu ASN dan tiga pendamping PKH
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































