Ketua MPR : Kepri harus bisa manfaatkan potensi sumber daya alam

2 months ago 14
Kepri saat ini menjadi provinsi kedua tertinggi untuk kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia, setelah Pulau Bali. Jumlah wisman Kepri periode Januari-September 2025 mencapai 1,3 juta orang

Tanjungpinang (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Ahmad Muzani menyampaikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) harus bisa memanfaatkan potensi sumber daya alam (SDA) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, Kepri dengan letak geografis 96 persen wilayah laut, memiliki kekayaan melimpah, khususnya di sektor perikanan yang produksinya mencapai 380 ribu ton per tahun.

"Selain itu, Kepri juga punya sumber daya alam melimpah lainnya, mulai dari migas, pertambangan hingga pariwisata. Ini harus bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama,” kata Ahmad Muzani di Tanjungpinang, Jumat.

Muzani turut mengapresiasi peningkatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan III tumbuh sebesar 7,48 persen, atau di atas rata-rata nasional yang sebesar 5,04 persen.

Baca juga: Ketua MPR Ahmad Muzani terima gelar kebesaran dari Kesultanan Riau

Ia optimistis dengan berbagai potensi yang ada ditambah laju investasi yang masuk Kepri dari tahun ke tahun, maka target pertumbuhan ekonomi delapan persen di Kepri dapat tercapai

Selain ekonomi pembangunan infrastruktur, Muzani meyakini angka kunjungan pariwisata di Kepri terus meningkat, karena menawarkan berbagai destinasi serta atraksi pariwisata menarik untuk mendatangkan wisatawan dalam dan luar negeri.

Kepri saat ini menjadi provinsi kedua tertinggi untuk kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia, setelah Pulau Bali. Jumlah wisman Kepri periode Januari-September 2025 mencapai 1,3 juta orang.

“Kunjungan wisata jadi salah satu denyut nadi ekonomi, mudah-mudahan masyarakat ikut mendukung kemajuan dunia pariwisata, khususnya di Kepri,” kata Muzani.

Pewarta: Ogen
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |