Jakarta (ANTARA) - Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani menilai Indonesia dapat memperkuat kerja sama dengan China dalam hal pemberantasan kemiskinan, mengingat China telah mencatatkan keberhasilan mengentaskan kemiskinan secara drastis selama ini.
“China memberi semangat dan contoh bagaimana Republik Indonesia juga bisa melakukan hal yang sama untuk rakyatnya, yaitu memberantas kemiskinan,” kata Ketua MPR RI ditemui seusai mengikuti agenda gelar griya Kedutaan Besar China di Jakarta, Rabu.
Menurut Muzani, China telah berkembang menjadi negara modern yang mampu memberi pelayanan maksimal kepada masyarakatnya jika dibandingkan beberapa puluh tahun yang lalu.
Optimalnya kinerja pemerintah China dalam memberantas kemiskinan, di samping mendukung kesejahteraan, juga telah meningkatkan harapan hidup masyarakat China yang kini sudah mencapai 80 tahun, ucap dia.
Dengan memberantas kemiskinan, China berhasil menjaga kebersamaan, persatuan, dan persaudaraan nasional. Hal tersebut, kata Muzani, harus ditiru Indonesia, salah satunya dengan terus meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Sementara itu, Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong menyebut upaya pengentasan kemiskinan sebagai salah satu sektor kerja sama yang masih dapat diperkuat lagi dengan Indonesia.
“Terdapat banyak sektor kerja sama baru yang dapat kita jelajahi, salah satunya pada aspek pengentasan kemiskinan,” kata dia, sembari menyoroti potensi penguatan pada sektor lainnya yaitu transisi hijau dan dialog bilateral.
Ia secara khusus mengungkapkan keinginan Partai Komunis China (PKC), yang pendiriannya pada 1921 dianggap sebagai tonggak awal modernisasi di China, untuk meningkatkan dialog dengan mitra politik di Indonesia dalam hal pengentasan kemiskinan.
Ajakan tersebut, ucap Dubes Wang, adalah selaras dengan keinginan PKC untuk meningkatkan interaksi dan pertukaran dengan pemerintah Indonesia dan berbagai partai politik di tanah air.
Di samping pengentasan kemiskinan, PKC juga mengajak mitra di Indonesia meningkatkan dialog pada sektor tata kelola pemerintahan, pembangunan, dan tata kelola sosial sebagai isu yang menjadi perhatian bersama, demikian Dubes China.
Dia pun mengharapkan agar Indonesia dan China terus bisa memupuk konsensus bersama dan mewujudkan hubungan bilateral yang semakin berdaya guna demi mencapai visi pembangunan nasional masing-masing.
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































