Kementerian PKP perkuat tata kelola percepat Program 3 Juta Rumah

2 hours ago 2
Saya ingin Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) bekerja dengan aman. Kita bangun kultur ‘bicara yang benar, bukan yang enak didengar’ untuk Kementerian PKP

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkuat tata kelola dan mitigasi risiko untuk mempercepat pelaksanaan Program 3 Juta Rumah.

Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) menegaskan bahwa keterbukaan menjadi salah satu budaya kerja yang harus dibangun di lingkungan Kementerian PKP. Menurut dia, informasi mengenai pelaksanaan program harus disampaikan secara benar sehingga pimpinan dapat mengambil keputusan berdasarkan kondisi yang sebenarnya.

“Saya ingin Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (BP3KP) bekerja dengan aman. Kita bangun kultur ‘bicara yang benar, bukan yang enak didengar’ untuk Kementerian PKP,” ujar Ara dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Ia mengatakan keamanan dan kepastian dalam menjalankan program menjadi hal penting. Karena itu, sebelum kebijakan dan program dilaksanakan, Kementerian PKP perlu memastikan seluruh proses telah dikonsultasikan dan diselaraskan dengan lembaga terkait, termasuk Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), serta Kejaksaan, sehingga pelaksanaan program memiliki landasan tata kelola yang jelas.

Ara juga menekankan pentingnya keberanian para pemimpin dalam mengambil keputusan sekaligus bertanggung jawab atas kebijakan yang ditetapkan. Kepemimpinan tersebut harus berjalan seiring dengan integritas, kepatuhan terhadap aturan, serta keberanian untuk menyampaikan kondisi yang sebenarnya.

“Saya mau menjaga kalian semua agar aman, tapi kalau ada yang melanggar hukum saya tetap menegakkan hukum dengan benar. Saya Menteri Perumahan, saya bangga sama kalian karena kalian melakukannya bukan untuk uang, tapi untuk kepentingan rakyat Indonesia,” katanya.

Baca juga: Menteri PKP ingatkan para mitra kerja terus jaga kepercayaan publik

Baca juga: Menteri PKP buka wacana rencana kajian konsep hunian di atas sungai

Dia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjadikan integritas, kepercayaan, dan kebermanfaatan sebagai nilai utama dalam bekerja. Setiap program perumahan yang dijalankan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan hunian layak.

“Pegawai Kementerian PKP bekerja dengan hati dan profesional, saling mendoakan dan mengingatkan dalam bekerja untuk masyarakat kecil. Saya percaya Tuhan akan membalas semua kebaikan kalian,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ara mendorong seluruh jajaran BP3KP untuk bekerja dengan semangat memberikan hasil terbaik dan menciptakan sejarah melalui kontribusi nyata dalam pembangunan perumahan nasional. Kinerja yang baik, target yang tercapai, serta pelaksanaan program yang bersih dan bebas dari korupsi akan menjadi bagian penting dalam pengembangan karier aparatur di lingkungan Kementerian PKP.

“Kerja yang baik harus dihargai. Bagi yang berprestasi, targetnya tercapai, dan tidak ada korupsi dalam pelaksanaan pekerjaannya, tentu kita berikan penghargaan,” katanya.

Kementerian PKP menekankan pentingnya penguatan pengendalian internal dan pencegahan korupsi dalam setiap tahapan pelaksanaan program. Kepala Balai dan Kepala Satuan Kerja (Kasatker) diminta menjadi pengendali utama di wilayah masing-masing dengan memahami secara langsung perkembangan pekerjaan, potensi kendala, serta risiko yang dapat menghambat pencapaian target.

Inspektur Jenderal Kementerian PKP Heri Jerman menegaskan pentingnya keterbukaan data dan informasi dalam pelaksanaan program. Setiap tahapan pekerjaan harus dapat dipantau secara jelas sehingga potensi keterlambatan maupun permasalahan dapat segera diketahui dan ditindaklanjuti.

“Kepala Balai dan Kasatker harus menjadi pengendali utama dan mengetahui secara langsung kendala-kendala yang terjadi. Tidak boleh ada manipulasi data. Setiap tahapan pekerjaan harus memiliki sistem dan timeline yang jelas sehingga tahapan yang belum dilaksanakan dapat diketahui dan segera ditindaklanjuti,” ujar Heri.

Baca juga: Kementerian PKP bedah 2.000 rumah tak layak huni di Jakarta Utara

Baca juga: Kementerian PKP-Pemkot percepat tangani 2.000 RTLH di Jakarta Barat

Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |