Kementerian LH turunkan tim ahli untuk kaji bencana longsor Cisarua

1 week ago 15

Bandung (ANTARA) - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) menegaskan akan menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mendalam terhadap lanskap pascabencana longsor yang terjadi di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq di Bandung, Minggu, menjelaskan bahwa tim ahli diturunkan untuk menilai keadaan lingkungan yang terjadi secara saintis sehingga upaya yang dilakukan terstruktur.

"Kami menurunkan tim ahli sebagaimana kami lakukan di Sumatera karena kalau bicara lingkungan ini harus saintis, tidak bisa main kira-kira guna menentukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa kajian ini tidak hanya akan melihat dampak fisik dari longsor, tetapi juga menilai aspek ekologis, seperti kondisi tanah, vegetasi, dan potensi risiko bencana susulan, sehingga setiap langkah mitigasi bisa dilakukan secara tepat.

Baca juga: Badan Geologi ingatkan potensi longsor susulan di Cisarua, Bandung Barat

Dia menambahkan bahwa aspek urbanisasi menjadi salah satu faktor perubahan tata guna lahan yang terjadi di sekitar area longsor Cisarua ini.

"Sebenarnya ini aspek dari urbanisasi yang cukup masif di kota-kota sehingga membawa perubahan pola makan yang bukan kebiasaan kita, seperti kentang, kol, paprika, itu semua di daerah subtropis," katanya.

Dia menjelaskan bahwa tanaman subtropis tersebut biasanya tumbuh di ketinggian 800-2.000 meter di atas permukaan laut, sementara karakter wilayah lokal berbeda.

“Kita sebenarnya karakternya tidak seperti itu. Tahun 2025 dulu tidak semasif ini, sehingga ini membawa dampak pertanian naik ke gunung dan membuka lahan pertanian seperti ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk memastikan kajian ini berjalan tepat, tim ahli akan segera bergabung dengan pemerintah kabupaten di bawah pimpinan bupati.

Baca juga: Tim SAR gabungan kerahkan 250 personel terlatih cari 80 korban Cisarua

“Kita akan melakukan pendalaman sangat detil terhadap landscape ini, dan kemudian akan dilakukan langkah-langkah penanganan lebih lanjut. Kami mungkin perlu waktu 1-2 minggu untuk menyelesaikan kajian detil bersama para ahli dari akademisi, dari badan riset dan lain-lain,” tuturnya.

Pewarta: Ilham Nugraha
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |