Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatakan, pihaknya menginisiasi Gerakan Keayahan sebagai pendukung utama 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), mengingat peran ayah penting dalam membentuk kualitas fisik dan kecerdasan sejak anak dalam kandungan.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono dalam keterangan di Jakarta, Minggu mengatakan, guna menekan angka stunting serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Indonesia, pemerintah menetapkan empat intervensi kunci dalam Program 1.000 HPK, yakni sebelum kehamilan; masa kehamilan, persalinan, dan bayi baru lahir; periode baduta; dan penguatan layanan kesehatan.
Namun, katanya, program ini tidak akan sukses tanpa dukungan keluarga yang solid. Dia pun menggaungkan pentingnya Fatherhood Movement (Gerakan Keayahan) sebagai pendukung utama 1.000 HPK.
"Perkembangan otak justru terjadi paling besar itu di usia 0 sampai 2 tahun. Oleh karena itu, investasi early years ini sangat penting. Kita juga menginisiasi gerakan Fatherhood Movement agar ayah terlibat aktif dalam pemenuhan kesehatan anak. Kalau dulu kita kenal Suami Siaga saat persalinan, nanti di 1.000 HPK juga ada Ayah Siaga supaya anak-anaknya tumbuh sehat," ujarnya.
Baca juga: Kemenkes: Konsorsium 1.000 HPK pastikan awal terbaik bagi anak
Fokus program 1.000 HPK tersebut adalah mencegah stunting, menurunkan kematian Ibu dan bayi, serta memastikan tumbuh kembang anak optimal. untuk itu keberhasilan 1.000 HPK perlu dipersiapkan sejak remaja, calon pengantin,dan pasangan usia subur (PUS).
Menurutnya, pemenuhan kesehatan dan gizi anak bukan lagi sekadar urusan para ibu.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, juga menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor yang dilakukan pemerintah ibarat botol dan tutupnya harus klop dan pas dengan implementasi di tingkat rumah tangga.
"Kualitas pendidikan dan kesehatan sangat bergantung pada fondasi keluarga. Terkadang orang tua sibuk, anak juga sibuk. Maka yang terpenting adalah membangun quality time (waktu berkualitas) antara bapak, ibu, dan anak. Kembalikan lagi kebiasaan makan masakan rumah, bukan makanan instan, sebagai fondasi hidup sehat yang kuat," kata Veronica.
Baca juga: Kemenkes: Perbaikan gizi harus dimulai dari masa hamil hingga lansia
Baca juga: Mengenal 1000 hari pertama yang penting bagi tumbuh kembang anak
Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































