Kemendukbangga-UNFPA latih dokter umum tingkatkan kesertaan KB pria

3 months ago 24

Semarang (ANTARA) - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) berkolaborasi dengan United Nations Population Fund (UNFPA) melatih para dokter umum untuk melalukan prosedur vasektomi tanpa pisau untuk meningkatkan kesertaan KB pria yang masih rendah di Indonesia.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah Eka Sulistia Ediningsih di Semarang pada Selasa menyampaikan, berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga tahun 2024, kesertaan pria dalam ber-KB hanya sekitar 2,45 persen menggunakan kondom dan 0,16 persen menggunakan vasektomi.

"Hal ini menjadi tantangan besar karena keterlibatan pria dalam program KB masih terbatas, salah satunya disebabkan oleh minimnya tenaga provider (pelayanan medis) yang memiliki kompetensi dalam pelayanan vasektomi," kata Eka.

Untuk itu, pelatihan Vasektomi Tanpa Pisau (VTP) yang merupakan bentuk komitmen BKKBN bersama Kementerian Kesehatan, Ikatan Ahli Urologi Indonesia, dan Balai Pelatihan Kesehatan Semarang menjadi salah satu upaya penting dalam mendekatkan pelayanan KB pria kepada Masyarakat.

"Termasuk memastikan setiap orang memperoleh hak yang sama atas pelayanan KB yang berkualitas," ujar dia.

Baca juga: Dokter umum kini dapat pelatihan khusus agar mampu layani vasektomi

Sementara itu, Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Semarang, Khudhori, menyampaikan, kesertaan pria dalam ber-KB merupakan salah satu bentuk kesetaraan dalam pengasuhan.

"Di hadapan kita ada tantangan besar, kesertaan pria dalam ber-KB masih sangat rendah. Ini bukan hanya soal angka, melainkan cerminan dari kebutuhan mendesak untuk menyeimbangkan peran dan tanggung jawab dalam keluarga berencana," ucap Khudhori.

Ia menambahkan, pelatihan VTP ini dirancang secara khusus untuk mencetak provider vasektomi yang kompeten, memastikan para tenaga kesehatan tidak hanya menguasai teknik, tetapi juga mampu memberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) yang komprehensif kepada calon akseptor pria.

"Melalui pelatihan ini, kita tidak hanya meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga menambah kekuatan nasional untuk mewujudkan KB Pria sebagai bagian integral dari pelayanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang komprehensif," ujarnya.

Data Pusat Kependudukan Indonesia tahun 2020 menunjukkan mayoritas layanan KB diserap di jejaring pelayanan kesehatan sebesar 56,4 persen dan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) 18,9 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang hanya 5,1 persen.

Data tersebut menegaskan, ujung tombak pelayanan KB adalah para tenaga kesehatan di fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), terutama di FKTP. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan bahwa distribusi provider yang mampu harus sinergis dengan tingginya permintaan layanan di fasyankes.

Dalam rangka meningkatkan kesertaan ber-KB bagi pria, UNFPA juga secara aktif mendorong dan memfasilitasi keterlibatan laki-laki melalui berbagai program dan strategi di berbagai negara, termasuk Indonesia.

UNFPA juga mendorong peran aktif laki-laki dalam pengambilan keputusan terkait keluarga berencana dan penggunaan kontrasepsi. Mengikutsertakan laki-laki secara aktif dalam program KB berarti mempromosikan kesetaraan gender dan tanggung jawab bersama dalam keluarga.

Di Indonesia, UNFPA bekerja sama dengan pemerintah, Kemenkes dan BKKBN, dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan keluarga berencana bagi laki-laki, khususnya metode vasektomi tanpa pisau.

Baca juga: Mengenal vasektomi: Cara kerja, tahapan, dan efek samping

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |