Kemendagri: Percepat distribusi minyak goreng ke Indonesia timur

2 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta Perum Bulog untuk mempercepat dan memperluas distribusi minyak goreng ke kawasan Indonesia timur demi menjaga pasokan dan stabilitas harga.

Tomsi menegaskan kebijakan tersebut adalah langkah pemerintah dalam menjaga pemerataan harga serta menjamin ketersediaan kebutuhan pokok, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi lebih kompleks.

"Dari Bulog tadi juga kami minta untuk penyaluran minyak gorengnya dipercepat, diperbanyak, dan Indonesia timur ya, khususnya Papua, walaupun itu kita sama-sama memahami transportasinya sulit, tetapi tetap harus dimaksimalkan," kata Tomsi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Hal tersebut disampaikan Tomsi Tohir saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah 2026 di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta.

Tomsi menjelaskan berdasarkan pemetaan distribusi saat ini, kawasan Indonesia timur yang mencakup Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Papua telah memperoleh alokasi minyak goreng MinyaKita sebanyak 6.115 kiloliter. Namun, realisasi penyalurannya baru sekitar 65 persen atau setara 4.025 kiloliter.

Oleh karena itu, ia meminta proses pengadaan dan distribusi dari pihak pemasok terus dipercepat agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal di berbagai daerah.

Baca juga: Wadirut Bulog tekankan percepatan penyaluran bantuan beras-minyak

Ia menambahkan bahwa tingginya ongkos logistik akibat kondisi geografis wilayah kepulauan kerap memicu kenaikan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Oleh sebab itu, forum pengendalian inflasi harus lebih fokus membahas wilayah-wilayah dengan lonjakan harga yang signifikan agar solusi dapat segera diterapkan secara tepat sasaran.

"Oleh sebab itu, seluruh paparan narasumber ya kami minta untuk fokus dan bisa dipercepat sehingga nantinya ada waktu untuk daerah-daerah yang kita nilai kenaikannya cukup ekstrem untuk kita bisa tanyakan," ujarnya.

Tomsi berharap forum evaluasi mingguan pengendalian inflasi yang berlangsung beberapa kali ini dapat terus dioptimalkan sebagai ruang koordinasi yang lebih efektif. Hal ini terutama dalam mengidentifikasi dan menyelesaikan akar persoalan inflasi secara spesifik.

"Sehingga dari pengalaman-pengalaman tersebut, kita perlu mengefektifkan waktu di mana hal-hal yang pokok, penting atau yang naik atau yang menjadikan hal-hal yang akan menyebabkan kenaikan yang kita prediksi di masa depan akan menyebabkan harga-harga itu naik, itu saja yang kita bahas," tuturnya.

Baca juga: Ketua DPR minta pemerintah mitigasi kenaikan harga minyak goreng dan BBM

Baca juga: Mendag: Stok minyak goreng aman, harga naik dipicu biaya plastik

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Didik Kusbiantoro
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |